Dinas Kesehatan akan verifikasi data Penermina Bantuan Iuran BPJS.

KBRN Gorontalo: Pagu Anggaran APBN di Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo tahun 2020 sebesar 15 Miliard 487 Juta 345 ribu Rupiah, Angka ini turun dari tahun sebelumnya 2019 yakni 21 Miliard 254 juta 503 ribu rupiah..

 Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Misranda Nalole ketika di wawancarai di ruang kerjanya Kamis,(21/11/2019) menjelaskan, turunnya Anggaran APBN tahun 2020 yang kurang lebih 6 Miliard ini berada di empat satker di antaranya program pencegahan dan pengendalian penyakit yakni dari 7 miliar turun menjadi 3 koma 1, Sementara yang mengalami kenaikan hanyalah program ke Farmasian dan Alkes naik dari 1,2 menjadi 1,3 Miliard rupiah.

“turunnya anggaran ini sesuai dari pusat yang mengalami pengurangan di semua sector termasuk dinas kesehatan, ini di pengaruhi adanya pembayaran penerima bantuan PBI di BPJS”jelas Misranda

Sementara anggaran dari APBD mengalami kenaikan dari 125 miliard   menjadi 127 Miliard rupiah, kendati anggaran APBD naik,namun mengantisipasi pembayaran PBI anggaran tersebut tidak mencukupi karena anggaran PBI disiapakn 5 koma 2 miliar sementara anggaran yang di perlukan untuk PBI 5 koma 8 miliard rupiah.

 “ Anggaran yang di butuhkan   jika menanggung 200.000 ribu kepesertaan dengan premi yang sudah naik yakni 42,000 maka total anggaran yang dibutuhkan 100,8 milyard yang sementara memverifikasi dan validasi data sekarang yakni seluruh ASN dan PTT se Provinsi Gorontalo atas Instruksi Gubernur Gorontalo. “jelas Kadis kesehatan

Ditambahkan  Dinas Kesehatan akan melakukan verifikasi data  dalam kepesertaan Penerima Bantuan Iuran PBI  jamkesta, Pasalnya banyak yang ditemukan   peserta PBI yang sudah meninggal ataupun mampu masih mem bayar Jamkesta

 .

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00