Dukcapil Kota Gorontalo Musnahkan 66.000 Dokumen Kependudukan Invalid

Foto Bobi

KBRN,Gorontalo:Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil(Dukcapil) Kota Gorontalo musnahkan 66.000 Dokumen Kependudukan.

Pemusnahan Dokumen Kependudukan tersebut dilakukan dengan cara dibakar oleh wali Kota Gorontalo Marten Taha bersama Dandim 1304 Gorontalo di halaman rumah Adat Dulohupa Kota Gorontalo,Senin(16/08/2022).

Seluruh Dokumen kependudukan ini masuk katagori Invalid atau rusak dan tidak berlaku lagi sehingga harus dimusnahkan,Kata Marten Taha. 

Menurutnya identitas kependudukan sangat penting dalam menunjang aktifitas sehingga harus didukung dengan Dokumen yang Valid. Jika hal ini tidak dimusnahkan maka dikhawatirkan akan di salah gunakan oleh oknum untuk kepentingan tertentu.

“pemusnahan dokumen ini sesuai amanat dari peraturan Menteri Dalam Negeri seluruh dokumen yang Invalid yang tidak digunakan lagi harus dimusnahkan sehingga tidak disalahgunakan oleh orang lain dan tidak ada lagi penumpukan, jadi banyak skali ribuan KTP dan KIA,  dan jika ini tidak dimusnahkan bahaya skali, apa lagi kalau ini digunakan kepentingan politik misalnya untuk pencalonan, sehingga kita harus musnahkan pada hari ini”jelasnya.      

Sementara itu kepala Dinas Dukcapil Kota Gorontalo Yusrianto Kadir menjelaskan pemusnahan Identitas diri ini sesuai surat edaran mendagri nomor 471.13/241/49/dukcapil menegaskan segala dokumen kependudukan yang bersifat invalid atau tidak sesuai lagi antara data cetak dan Data sistem harus dimusnahkan dengan cara dibakar baik KTP, KIA, KK.  

“dokumen kependudukan invalid yang akan dimusnahkan, KTP Elektronik yang gagal andcod 100 keping, rusak 300 keping, gagal cetak 50 keping dan perubahan elemen data 35 ribu keping, Dokumen Identitas Anak rusak 100 keping, gagal cetak 50 keping, perubahan elemen data 9 ribu keping sementara dokumen kartu Keluarga rusak 6 ribu lembar, yang gagal cetak seribu lembar dan perubahan Elemen data ada 15 ribu lembar”ujar Yusrianto Kadis.    

Yusrianto Kadir menambahkan saat ini pihaknya juga terus melakukan upaya terkati dengan memanfaatkan Identitas kependudukan Digital berbasis aplikasi.

Hingga saat ini terdapat Seribu 45 Jiwa telah terdaftar dalam sistem dan memiliki Identitas Diri berbasis Digital kependudukan melalui HandPhon.

Tahun 2022 ini pihaknya menargetkan 50 persen penduduk Kota Gorontalo yang wajib KTP sudah harus terdaftar kedalam sistem Digital kependudukan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar