Guna Mengurangi Sampah Plastik, Pemda Didorong Galakkan Praktik Ekonomi Sirkuler

KBRN, Gorontalo : Pemerintah daerah didorong untuk menggalakkan praktik ekonomi sirkuler. Hal ini penting dilakukan dalam mengatasi persoalan sampah plastik, Minggu (3/7/2022)

Berdasarkan data yang diperoleh dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton/tahun Sementara, sampah plastik yang dibuang ke laut itu mencapai 3.2 juta ton sampah plastik. Tak heran, Indonesia menjadi negara kedua di dunia sebagai penghasil sampah plastik terbesar.

Koordinator Peneliti BRIN Yanu Endar Prasetyo menyebut, praktik ekonomi sirkuler di Indonesia sendiri sudah tercakup dalam RPJMN 2020-2024. Dimana Ekonomi sirkuler berada dibawah payung Pembangunan Rendah Karbon (PRK). Yang juga merupakan salah satu upaya untuk mencapai ekonomi hijau dengan penekanan pada lima sektor prioritas. 

“Nah, Tiga dari lima sektor PRK berkaitan erat dengan prinsip-prinsip ekonomi sirkular, yakni pengelolaan limbah, pembangunan energi berkelanjutan, dan pengembangan industri hijau,” ucap Yanu Endar Prasetyo pada FGD yang bertemakan Daur Ulang Sampah Plastik: Peluang dan Tantangan Ekonomi Sirkuler di Provinsi Gorontalo

Yanu Endar Prasetyo juga menyebutkan 5 sektor yang memiliki potensi besar untuk mengadopsi ekonomi sirkular di Indonesia. Diantaranya makanan dan minuman, tekstil, konstruksi, grosir dan eceran (plastik), serta elektronik. Kelima sektor ini, kata Yanu Endar merepresentasikan hampir ⅓ dari PDB Indonesia dan mempekerjakan lebih dar 43 juta orang di tahun 2019.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar