Wabup Bone Bolango Sebut Program Readsi Tingkatan Kemandirian Petani

Wakil Bupati Bone Bolango, Merlan Uloli bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bone Bolango, Yusbar Ismail berfoto bersama pada rapat koordinasi persiapan pelaksanaan infrastruktur sederhana desa program READSI, di Aula Pertemuan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bone Bolango. Foto: Istimewa

KBRN, Gorontalo  - Wakil Bupati Bone Bolango, Merlan Uloli menyebut Program Rural Empowerment And Agricultural Development Scalling-Up Innitiative (READSI) merupakan program yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan petani. 

"Program ini juga memberikan kesempatan dan juga menjadi wadah bagi para petani untuk terus berkembang," ujar Wakil Bupati Bone Bolango, Merlan  Uloli, Kamis (30/06/2022). 

Ia mengatakan, di Kabupaten Bone Bolango program READSI sudah memasuki tahun keempat. Di mana tujuan proyek READSI adalah memberdayakan rumah tangga petani miskin, baik secara individu maupun secara kelompok.

Program READSI merupakan program hibah pemerintah yang bersumber dari dana loan atau pinjaman.

"Saya berharap kepada pengelola program dan para kepala desa penerima program untuk dapat mengelola program ini dengan baik dan akuntabel. Manfaatkan seluruh anggaran semaksimal mungkin dan merealisasikannya sesegera mungkin," ucapnya.

Jika anggaran hibah ini, jelas Wabup Merlan, tidak mampu kita manfaatkan dengan baik maka yang mengalami kerugian adalah para petani dan juga kita pemerintah daerah. Olehnya Wabup memerintahkan kepada para camat dan kepala desa agar mengawal dan bekerjasama dengan DKPP Bone Bolango dalam sukseskan program READSI ini.

Ia tidak ingin ada kepala desa yang bersifat apatis terhadap pelaksanaan program ini di lapangan. Tahun ini, akan dilakukan pembangunan infrastruktur sederhana yang membutuhkan kolaborasi antara pengelola program, pemerintah desa dan juga para kelompok tani itu sendiri. 

Wakil Bupati ingin terbangun kolaborasi yang baik dalam percepatan penyerapan anggaran hibah READSI ini.

"Saya ingin keterlibatan dana desa dan juga BUMDES dalam program ini. Walaupun saya tahu masih banyak BUMDES yang sudah tidak produktif lagi dan ini menjadi pekerjaan rumah yang harus kita tuntaskan," tegas Merlan. 

Oleh karena itu menurutnya, semua pihak terkiat harus lebih kolaboratif, produktif, kreatif dan inovatif, bekerja cepat dan berkualitas.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bone Bolango, Yusbar Ismail, mengaku bersyukur memasuki tahun keempat program READSI di Bone Bolango seluruh kegiatan program yang dilaksanakan sudah memberi dampak kepada masyarakat sebagai penerima.

"Di tahun keempat ini, kita mau laksanakan adalah pembangunan infrastruktur dari 18 kecamatan baru 16 kecamatan yang siap untuk pelaksanaannya. Infrastruktur yang akan dibangun yakni jalan usaha tani termasuk perbaikan jaringan irigasi, dan lain sebagainya. Insya Allah ini akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat kita yang ada di lokasi program tersebut," ujar Yusbar.

Olehnya itu, Yusbar berharap dengan adanya Rakor ini, maka pengelolaan program READSI tahun ini bisa berjalan dengan baik, terutama yang berhubungan dengan pembangunan infrastruktur.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar