Festival Kabupaten Lestari, Huyula untuk Perlindungan Lingkungan

Festival Kabupaten Lestari (FKL) 4 yang dipusatkan di Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango resmi ditutup, Minggu (28/11/2021). Penutupan digelar di Rumah Dinas Bupati Kabupaten Bone Bolango. (Foto: Istimewa)

KBRN, Gorontalo: Festival Kabupaten Lestari (FKL) 4 yang dipusatkan di Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango resmi ditutup, Minggu (28/11/2021). Penutupan digelar di Rumah Dinas Bupati Kabupaten Bone Bolango.

Dalam sambutannya Bupati Bone Bolango, Hamim Pou mengatakan FKL bukan hanya sekedar perayaan tahunan namun ini merupakan jalan untuk memperkuat gotong royong multipihak untuk pembangunan di Kabupaten Bone Bolango dan Gorontalo.

"Kami telah banyak bertukar belajar dari teman-teman di seluruh Indonesia mengenai inovasi perlindungan lingkungan, baik melalui perlindungan keanekaragaman hayati, pengembangan UMKM, maupun komoditas yang berkelanjutan," kata Bupati Hamim.

Bupati Hamim juga berkomitmen smua inovasi yang muncul dari FKL akan ditindaklanjuti oleh Kabupaten Bone Bolango dengan mekanisme perencanaan dan kebijakan yang melindungi kawasan konservasi di daerah.

"Kami akan memberikan alternatif ekonomi bagi masyarakat Bone Bolango seperti pengembangan produk UMKM bernilai tambah dan pariwisata yang ramah lingkungan & ramah sosial.” ujar Hamim. Sementara itu Wakil Bupati Gorontalo, Hendra S. Hemeto mengatakan Bencana yang melanda Gorontalo dan Kabupaten-Kabupaten lainnya menjadi pengingat bahwa lingkungan menjadi penentu masa depan.  "Untuk itu kebijakan dan perencanaan pembangunan harus berbasis pada lingkungan agar masyarakat hidup aman dan sejahtera," ucap Hendra.  Hendra berharap  FKL menjadi momentum bagi semua pihak untuk mempererat gotong royong multipihak sekaligus melindungi kelestarian alam di Kabupaten masing-masing. (rls)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar