Kemenag Boalemo Dorong BPN Untuk Mempercepat Pensertifikatan Tanah Wakaf

KBRN Gorontalo : Persoalan Sengketa lahan tidak akan ada habisnya, karena menjadi salah satu sumber konflik, baik perseorangan maupun melibatkan banyak pihak. Hal ini disampaikan Asisten satu Setda Kabupaten Boalemo Roswita Manto pada kegiatan sosialisasi Pencegahan Kasus Pertanahan yang digelar Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kabupaten Boalemo yang dilaksanakan di Grend Amalia, Rabu (27/10/21).

Menurut Roswita permasalahan sengketa lahan di kabupaten tergolong tinggi, sehingga setiap pekannya pemerintah daerah melakukan bedah kasus. Dijelaskan, pada kegiatan ini pemerintah daerah memberikan masukan dan solusi agar persoalan sengketa yang melibatkan masyarakat, baik perorangan maupun kelompok dapat terselesaikan dengan baik.

"Berbicara sengketa lahan tidak ada habisnya, kenapa,? itu menjadi sumber konflik bukan hanya dengan perorangan malahan dengan melibatkan banyak orang dan ini juga mengandung resiko dan kebanyakan menelan biaya. Untuk kita Pemda setiap minggunya internal kita melakukan bedah kasus yang dilaksanakan setiap Minggu, karena angka sengketa lahan di Boalemo sangat tinggi," ungkap Roswita.

Kepala Badan Pertahanan Nasional kabupaten Boalemo H. Abdul Mannan mengatakan, sosialisasi pencegahan pertanahan ini sebagi upaya BPN untuk meminimalisir permasalahan sengketa Tanah. Dirinya berharap melalui kegiatan ini para pemangku kebijakan, baik itu para camat, kepala desa maupun kepala KUA agar berhati-hati untuk menerbitkan atau mengeluarkan surat keterangan terkait dengan pensertifikatan tanah.

"Sosialisasi pencegahan pertanahan ini merupakan upaya BPN didalam meminimalisir terjadinya kasus-kasus tanah khususnya di kabupaten Boalemo. Jadi kami tadi sudah melaksanakan sosialisasi bersama dengan Polres, kejaksaan, Ombudsman dan pengadilan Negeri didal rangka memberikan ilmu kepada seluruh aparat baik dari KUA, Camat dan kepala desa untuk berhati-hati didalam menerbitkan suatu surat yang terkait dengan tanah," tutur Kaban Pertanahan Boalemo.

Dimintai tanggapannya terkait dengan kegaitan tersebut, Kepala Kantor kementerian agama (Kemenag) Kabupaten Boalemo Dr. H. Sabara Karim Ngou menyampaikan, pada prinsipnya pihaknya sangat mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut Sabara, kementerian agama sampai saat ini terus mendorong BPN untuk segera mungkin menerbitkan sertifikat tanah wakaf, sehingga tidak akan terjadi sengketa seperti yang diharapkan.

"Pada prinsipnya kementerian agama sangat mendukung kegiatan yang dilakukan Badan pertanahan Nasional kabupaten Boalemo terkait dengan sosialisasi sengketa tanah, sebab itu kementerian agama terus mendorong badan pertanahan Nasional agar tanah-tanah yang sudah diwakafkan sesegera mungkin bisa diterbitkan sertifikatnya,"

Penyelenggara Zakat Wakaf Kemenag Boalemo Wani Tuki pada kegiatan tersebut, ikut mendorong dan meningkatkan kemunikasi dengan BPN dalam hal penanganan kasus tanah wakaf yg ada di Daerah itu. Kegiatan sosialisasi ini diikuti 30 peserta termasuk 7 Kepala Kantor urusan Agama KUA se kabupaten Boalemo. (RA)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00