Nekat Langgar PSBB Melalui Sungai Digagalkan Warga

Kadis Perhubungan Prov.Gtlo Djamal Nganro memberi keterangan pers terkait aturan diperbatasan pada masa PSBB, Rabu (3/06/2020)

KBRN, Gorontalo :  

 Banyak cara dilakukan oknum pelaku perjalanan memaksa masuk ke Gorontalo tanpa mengikuti ketentuan dalam pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), seperti terjadi hari, Rabu (3/06/2020) ada 8 orang melakukan perjalanan dari Manado Sulawesi Utara menuju Gorontalo.

"Sengaja masuk melintas perbatasan Atinggola dengan cara menyeberang sungai. Namun, warga yang tinggal di perbatasan Atinggola berhasil menggagalkan upaya itu dan segera melapor ke gugus tugas," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo Djamal Nganro dalam keterangannya, Rabu (3/6/2020).

“Modus yang dilakukan awalnya mereka menggunakan kendaraan mobil tetapi 1 kilometer sebelum perbatasan, melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki dan menyebarang sungai menggunakan perahu. Tetapi masyarakat Atinggola berhasil mengetahui modus tersebut sudah dilaporkan ke Gugus Tugas dan sudah dipulangkan,” imbuhnya.

Djamal menjelaskan, selama PSBB diberlakukan tidak diizinkan lalulintas orang bebas keluar masuk ke Gorontalo. Hanya kendaraan yang mengangkut bahan makanan dan logistik yang diizinkan itu pun dengan prosedur yang sangat ketat.

“Ada 4 perbatasan yakni, Atinggola, Tolinggula, Taludaa dan Molosifat. Diantara 4 pintu perbatasan jalur darat ini yang paling tinggi mobilitasnya itu ada di Atinggola. Alhamdulillah dukungan masyarakat disana luar biasa untuk mengawasi orang yang masuk ke Gorontalo,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00