Ratusan Buruh dari FSPMI di Kab Gorontalo Gelar Unjuk Ras di Kantor Bupati

KBRN Gorontalo. Ratusan orang yang mengatasnamakan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menggelar aksi di depan kantor Royal Coconat, Kantor Bupati dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo, Kamis (21/10/2021). masa aksi tersebut dikawal ketat aparat Kepolisan baik Polres Gorontalo dan Brimob Polda Gorontalo. Dalam orasinya masa aksi meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo menseriusi dan melakukan evaluasi persoalan yang terjadi di perusahaan Royal Coconat di Desa Ombulo Kecamatan Limboto Barat terkait keluhan para buruh. Masa aksi pun meminta Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo untuk mencopot Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Gorontalo yang diduga melakukan back up khusus terhadap tindakan PT. Royal Coconat. Sejumlah Masa Aksi Dijaga Ketat Oleh Aparat Kepolisian. “Buruh juga adalah manusia yang harus mendapatkan hak-haknya dalam bekerja, karena saat ini di PT. Royal Coconat diduga para buruh tidak dijamin keselamatan kerjanya,” Kata Taufik Buhungo salah satu orator perwakilan masa aksi kepada media. “Para buruh juga tidak mendapatkan waktu cuti bahkan makan minum saja saat bekerja dilarang oleh pihak perusahaan, ini aturan seperti apa bahkan ada upah yang tidak dibayar juga di pekerjakan tanpa diberikan waktu istirahat,” Lanjut Taufik. Aktivis jebolan AMMPD ini menegaskan, jika saat ini ada narahubung yang sering memediasi dan diduga memback up PT. Royal Coconut. “Tolong untuk narahubung yang diduga bermain dengan pihak perusahaan agar di tindak tegas, karena kami tidak ingin karena narahubung ini tindakannya merugikan para buruh yang bekerja di perusahaan Royal Coconut,” Tegas Taufik. Sementara itu, Sekretaris Daerah, Hadijah U. Tayeb saat menerima masa aksi menyampaikan akan menindaklanjuti apa yang menjadi aspirasi masa aksi. “Apa yang telah disampaikan sudah kami dengarkan dan kami akan menindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku, karena terkait PT. Royal Coconat ini sudah beberapa kali di persoalkan,” Ucap Hadijah. Selain itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Gorontalo, Titiyanto Pauweni menjelaskan di hadapan masa aksi jika pihaknya akan segera turun langsung ke perusahaan. “Yang sebelumnya surat dari teman-teman sudah kami terima dan sudah kami proses dengan dilakukan tindak lanjut. Olehnya kami sangat berterima kasih pada FSPMI sudah menjadi mitra dari dinas dan hari ini kami akan turun langsung ke perusahaan,” Ujarnya. Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Gorontalo, Titiyanto Pauweni Terakhir, untuk dugaan narahubung kata Titiyanto pihaknya tinggal melengkapi data-data dan sesegera mungkin dilakukan tindakan tegas sesuai etik internal pemerintah. “Terkait dengan mediator kami akan melengkapi data-data dan akan kami serahkan ke pak bupati eksekusinya dalam waktu dekat ini,” Pungkas Titiyanto.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00