Terima Kasih untuk Program Guru Keliling

Program Guru Keliling LPP RRI bersama guru dan siswa Tuna Netra SLB Kabupaten Gorontalo

KBRN Gorontalo: Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) terus berinovasi seiring kebutuhan dunia pendidikan di masa pandemi Covid-19.

Program ibu pertiwi memanggil Belajar di RRI  episode Guru Keliling  dinilai   tepat bagi siswa disabilitas Tuna Netra. Hal itu mengingat Siswa Tuna Netra yang memiliki keterbelakangan mental membutuhkan metode pembelajaran langsung.

Guru dari Sekolah Luar Biasa Kota Gorontalo Fitiriati Sapii S.Pd usai  proses pembelajaran  bagi siswa berkebutuhan khusus  Tuna Netra   kelas XII SMA luar biasa Riston Abubakar rnengatakan program guru keliling yang dilaksanakan oleh LPP RRI Gorontalo  bekerja sama SLB Kota Gorontalo sangat bermanfaat. Apalagi saat ini di masa  pandemi covid-19 belum dapat dilakukan proses pembelajaran secara  tatap muka.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas inisiatif dari RRI dengan program guru keliling di pandemi covid 19, terutama anak berkebutuhan khusus seperti Tuna Netra yang tidak bisa melihat dan hanya menggunakan pendengaran” ungkap Fitriati, Kamis (22/10/2020)

Dijelaskan dengan  belajar luar jaringan (Luring) program RRI setidaknya  dapat membantu dirinya lebih dekat dengan anak didiknya yang memerlukan tenaga dan keahlian dalam pembelajaran Kebutuhan Khusus.

  Orang tua siswa Saira Mahmud juga mengapresiasi dan bersyukur atas proses pembelajaran Luring yang dilaksanakan oleh RRI Gorontalo.

“Saya berucap syukur atas kedatangan guru pembimbing yang datang dirumah saya bersama RRI untuk memberikan pembelajaran secara langsung kepada anak saya Riston. Saya berharap anak saya bisa memahami pembelajaran ini dan kepada RRI saya minta untuk meneruskan program ini demi anak-anak yang tidak bisa belajar dalam jaringan.”  tutur Saira.

Dalam kegiatan guru keliling yang digelar setiap  kamis ini, siswa tuna Netra  tampak antusias mengikuti proses pembelajaran. Meski belajar secara tatap muka, namun protokol kesehatan secara ketat tetap diterapkan guna mencegah penyebaran  Covid-19. Mencuci tangan sebelum proses pembelajaran wajib dilakukan, serta tidak lupa  menggunakan masker. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00