Sinkronisasi EMIS, Kakanwil : Data EMIS Harus Berkualitas dan Dapat Diandalkan

KBRN, Gorontalo : Data itu penting terlebih dahulu di Era Digital seperti sekarang ini, jika tidak ada data maka tidak boleh membicarakan sesuatu karena akan dianggap HOAX, jadi saat ini semuanya harus berdasarkan data.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Gorontalo, Syafrudin Baderung didampingi Kabid Pendidikan Madrasah Asrul Lasapa, dan Sub koordinator Seksi Kelembagaan dan Sistem Informasi Madrasah Zahrah Maladjim saat membuka kegiatan sinkronisasi EMIS Madrasah Tingkat Provinsi Gorontalo di Gedung El- Madinah Asrama Haji Gorontalo, Rabu (25/5/2022).

Data Madrasah adalah data yang menyajikan data Lembaga, data siswa, guru, dan tenaga kependidikan melalui aplikasi EMIS. Sedangkan EMIS merupakan sumber data bagi penentu kebijakan dan pengambilan keputusan dalam pengembangan pendidikan suatu madrasah.

“Emis ini sejak dulu ada yang sudah menjadi pekerjaan rutin yang dilakukan jika kita berada di Lembaga Pendidikan khususnya madrasah baik itu data siswa, guru dan tenaga kependidikan agar kita melaksanakan perencanaan anggarannya sesuai dengan data yang benar,” kata Syafrudin.

“Tetapi pekerjaan ini jangan dijadikan sebagai rutinintas yang tidak kita apresiasi menundanya. Sehingganya, para operator EMIS yang masih muda saya harapkan dapat meningkatkan kualitas pribadinya kemampuan dirinya. Pekerjaan yang harus diselesaikan maka harus diselesaikan. Jangan ditunda-tunda dan harus dituntaskan,” tambahnya.

Menurut Syafrudin, EMIS menjadi projek Bank Dunia dan Kemenag menjadi pilot project awal, olehnya pekerjaan memang harus benar-benar tuntas. Pengisian data EMIS adalah suatu keharusan yang wajib dikerjakan dan data yang betul-betul valid agar di kemudian hari tidak akan muncul permasalahan.

“Emis ini adalah projek Bank Dunia dan kita menjadi pilot project awalnya. Jadi, data EMIS harus berkualitas dan dapat diandalkan, serta harus memiliki kriteria data yang berkualitas, objektif, representatif, akurat, relevan, serta tepat waktu,"  ujar Kakanwil.

Kakanwil berharap operator yang berkaitan dengan data EMIS, bisa mengisi data tersebut dengan lengkap agar data akurat dan informasi tentang Pendidikan Islam terupdate secara priodik. (rls/kemenag.go.id) (RA) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar