Tidak Hanya Santri, Peringatan HSN Juga Diikuti Siswa Madrasah

Dok.Humas Kemenag

KBRN, Gorontalo : Sejumlah siswa dan guru Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Gorontalo hadir mengikuti pelaksanaan upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang berlangsung di halaman Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo. Dalam upacara tersebut, MTsN 1 Kota mengutus sebagian siswa dan guru untuk hadir dan memgikuti upacara HSN tersebut.

Saat ditemui usai kegiatan, Findi Zakaria selaku Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan mengungkapkan dirinya diamanatkan oleh pimpinan madrasah untuk mendampingi siswa MTsN 1 Kota dalam rangka mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional yang bertemakan “Santri Siaga Jiwa Raga” yang berlangsung di halaman Kanwil. Karena masih dalam suasana pandemi Covid-19, para siswa yang diikutkan mengikuti upacara tersebut hanya beberapa siswa saja.

“Saat ini Gorontalo sudah level II dari sebaran virus Covid-19 walaupun pemerintah provinsi belum melakukan pencabutan level III sebelumnya karena masalah prokes, namun sudah diperbolehkan untuk melaksanakan, menghadiri kegiatan dengan kapasitas yang minimal. Dan tentunya walaupun sudah turun level kita harus tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat, seperti memakai masker, menjaga jarak dan tetap tidak saling berjabat tangan,” ujar Findi.

Mengutip apa yang disampaikan oleh Kakanwil selaku pembina upacara HSN, lanjut Wakamad Bidang Kesiswaan ini mengatakan, dengan tema Santri Siaga Jiwa Raga. tentu memiliki makna, dimana santri Indonesia selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela tanah air, mempertahankan persatuan Indonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia. Siaga Jiwa Raga juga merupakan komitmen seumur hidup santri yang lahir dari sifat santun, rendah hati, pengalaman, dan tempaan santri selama di pesantren.

“Siaga Jiwa berarti tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak, berpegang teguh pada akidah, dan ajaran Islam rahmatan lil’alamin serta tradisi luhur bangsa Indonesia. Sedangkan Siaga Raga berarti badan, tubuh, tenaga, dan buah karya santri didedikasikan untuk Indonesia,” tutur Findi Zakaria sembari mengutip apa yang disampaikan oleh Kakanwil..

"Adapun keikutsertaan siswa MTsN 1 Kota dalam upacara kali ini adalah sebagai bentuk edukasi kepada siswa akan perjuangan para santri pada jaman dahulu. Dimana nilai juang para pejuang utamanya para kiayi dapat dijadikan sebagai motivasi dan penyemangat dalam menuntut ilmu," tambahnya. .

"Satu hal lagi yang membuat para siswa cukup antusias dalam mengikuti upacara ini yakni peserta upacara menggunakan sarung, baju kokoh dan sandal. Hal ini tentu sebuah pengalaman menarik buat para siswa MTsN 1 Kota sendiri," pungkasnya. (

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00