Tingkatkan Mutu Pendidikan, Kemenag Gelar Asesmen Nasional di Madrasah

KBRN, Gorontalo :Kantor Kementerian Agama Kota Gorontalo, melalui seksi Pendidikan Madrasah menggelar kegiatan Sosialisasi Regulasi Pelaksanaan Asesmen Nasional pada madrasah dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Gorontalo, yang dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota, Misnawaty S. Nuna, Kamis (16/09/2021). bertempat di Aula PLHUT Kemenag Kota dihadiri Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi (PendMa), Irwan Latif, dan Kepala Seksi Pendidikan Kurikulum dan Kesiswaan (Kasi KSKK) pada Bidang PendMa Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo, Masruljanto Usman, diikuti Pengawas dan Kepala MI, MTs, MA Negeri/Swasta dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Gorontalo.

Dalam sambutannya Kakankemenag Kota, Misnawaty S. Nuna mengatakan Asesmen Nasional adalah program evaluasi yang diselenggarakan untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memotret input, proses dan output pembelajaran diseluruh satuan pendidikan. 

“Asesmen Nasional perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan dirancang untuk menghasilkan informasi akurat guna memperbaiki kualitas belajar mengajar yang nantinya akan meningkatkan hasil belajar siswa,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kakankemenag Kota juga menuturkan, pada Asesmen Nasional ini nantinya mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar siswa yang mendasar diantaranya (literasi, numerasi, dan karakter), kualitas proses belajar mengajar, dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran.  

“Nantinya akan ada tiga instrumen penilaian pada Asesmen Nasional, yakni: Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar,” jelasnya. 

Selain itu, masih kata Misnawaty menambahkan Asesmen Nasional tidak sama dengan ujian nasional (UN) baik dari sisi fungsi maupun substansi. Asesmen Nasional juga bukan sistem evaluasi untuk individu siswa karena evaluasi kompetensi peserta didik menjadi tanggung jawab guru dan sekolah/madrasah. 

“Untuk itu Asesmen nasional diharapkan tidak akan menambah beban siswa karena tidak memiliki konsekuensi bagi siswa dan tidak menjadi syarat dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB),” tandasnya. 

“Masa depan  anak anak kita pasti datang, dan kita harus mampu mengantarkannya dengan penuh makna,” tambah Misnawaty.  (RA)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00