Inflasi Terjaga, Prediksi BI Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo 4,22 Persen

Kepala Kantor Perwakilan BI Prov.Gorontalo Budi Widihartanto memberikan keterangan pers pada Bincang-bincang Media di Rumah Marly, Jumat (10/7/2020)

KBRN, Gorontalo : Meski ditengah ketidakpastian akibat Pandemi Covid 19 namun Inflasi Gorontalo relatif rendah dan stabil. Sesuai data yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI) capaian inflasi year-to-date (ytd) sebesar 0,18%. Dengan capaian yang rendah tersebut, inflasi Gorontalo tahun 2020 diprakirakan terjaga pada kisaran 1,86% - 2,26% (yoy).

Prakiraan inflasi Gorontalo tahun 2020 tersebut seiring dengan potensi penurunan inflasi volatile food akibat proyeksi Gorontalo yang akan mengalami curah hujan menengah hingga tinggi pada tahun 2020.

“Searah dengan prakiraan inflasi volatile food, inflasi administered price juga berpotensi menurun akibat pemberlakukan pembatasan sosial yang menahan permintaan jasa angkutan udara,”Jelas Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo Budi Widihartanto pada Bincang-bincang Media di Rumah Marly, Jumat (10/7/2020)

Sedangkan pertumbuhan ekonomi Gorontalo pada tahun 2020 BI memprakirakan berkisar 3,82% - 4,22% year on year (yoy). Relaksasi PSBB di Provinsi Gorontalo terindikasi berdampak pada peningkatan optimisme konsumen Gorontalo. Hal tersebut seiring dengan hasil Survei Konsumen Bank Indonesia yang mencatatkan nilai indeks yang mulai pulih.

“Peningkatan nilai indeks tersebut mengindikasikan adanya optimisme konsumen yang mulai pulih, baik terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun kondisi ekonomi pada 6 bulan kedepan,”ungkap Budi 

Sementara risiko kredit perbankan Gorontalo selama masa COVID-19 juga relatif terjaga. Non Performing Loan (NPL) sebesar 2,71%, jauh berada dibawah batas threshold sebesar 5%. Namun demikian, Pandemi COVID-19 cukup berdampak pada penyaluran kredit baru.  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00