Usaha Sarang Burung Walet di Boalemo akan Kena Pajak?

KBRN Gorontalo : Pemerintah Kabupaten Boalemo melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah BKAD menggelar kegiatan sosialisasi Pengenaan Pajak burung Walet. Kegiatan ini penting dilakukan mengingat semakin bertambahnya populasi dan bangunan sarang burung walet di daerah itu.

Sosialiasi Pengenaan Pajak burung Walet tersebut dibuka Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ir. Anas Jusuf yang dirangkaikan dengan Rapat evaluasi pajak bumi dan bangunan yang dilaksanakan di Kecamatan Paguyaman, Rabu (16/6/21).

Plt Bupati Anas Jusuf pada itu menyampaikan, Pemerintah Daerah melalui BKAD akan memberlakukan pajak sarang burung walet.  Namun sebelum pemberlakuan pajak sarang burung wallet secara menyeluruh, Pemda akan rutin melakukan mensosialisasikan terkait hal tersebut. Menurut Anas, pengenaan pajak bagi pengusaha sarang burung wallet nantinya akan di atur oleh BKAD melalui kesepatan bersama dengan para pengusaha. Pada intinya ungkap Anas, Pemerintah daerah tidak berniat untuk memberatkan bagi para pengusaha sarang burung wallet. 

“Sosalisasi hari ini oleh teman-teman BKAD saya harapkan mendapat dukungan sepenuhnya dari para pengusaha, tidak ada niat kami Pemerintah Daerah untuk memberatkan masyarakat, jadi tidak usah khawatir kalau belum ada hasil ya tentu tidak mungkin akan dimintai retribusinya, tetapi kalau sudah ada hasil mohon dengan sangat untuk melaporkan, nah tinggal bagaimana mekanismenya, sehingganya keberhasilan retribusi ini tergantung pada kejujuran dan niat ikhlas kita untuk membantu Daerah” Ungkap Anas.

Anas Menambahkan,  Pengenaan Pajak sarang burung wallet ini dalam upaya mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah PAD, mengingat Potensi sarang burung wallet ini sangat menjanjikan, sehingga Pemda akan mengoptimalkan potensi ini.

“Mekanisme nanti akan dijelaskan oleh BKAD yang pasti mungin ini akan menjadi bagian dari pendapatan asli daerah dan potensinya sangat besar sekali, kita lihat dimana-mana sarang burung walet berdiri dan memang menjanjikan”. Tutur Anas Jusuf. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00