Mengenal Langgilo dan Bacoho, Tradisi di Gorontalo Sambut Ramadhan

KBRN, Gorontalo  : Ramadhan, adalah bulan suci bagi ummat Islam yang setiap tahun sangat dinanti kedatangannya. Saking spesialnya bulan ramadhan ini, banyak cara yang dilakukan oleh ummat Islam  diseantero dunia menyambut kedatangan bulan yang mulia ini, tidak terkecuali di Gorontalo, daerah yang dijuluki “Serambi Madinah”.

Adalah Langgilo, salah satu tradisi masyarakat Gorontalo  sebelum datangnya  bulan ramadhan, yakni mencuci perlengkapan salat dengan mengunakan wewangian yang berasal dari bahan tradisional.

“Aroma harum ramuan ini  berasal dari  bahan seperti daun jeruk, kelapa parut, daun pandan, kulit jeruk, nilam dan daun kunyit. Semua bahan direbus hingga mengeluarkan aroma harum yang khas. Air rebusan itu kemudian dipakai untuk mencuci perlengkapan salat  seperti sarung, sajadah, dan mukena. Selain bertahan lama, wanginya juga  tidak kalah dengan pengharum modern,” kata Darmin Tilome warga Desa Mopuya, Kabupaten Bonebolango, Jumat (25/04/2020)

Selain mencuci perlengkapan salat dengan ramuan wewangian berbahan alami, dahulu perempuan  Gorontalo memasuki bulan puasa juga mencuci rambut dengan Bongo Yiladu yaitu campuran kelapa parut dengan  bahan-bahan alami yang bermanfaat untuk kesehatan dan keindahan rambut.

Tradisi ini sudah ada sejak jaman dahulu dan sebagian kaum perempuan khususnya yang ada dipedesaaan masih melestarikan kebiasaan ini.

Kata Darmin, bahan ramuan Bongo Yiladu sama persis dengan ramuan Langgilo. Bedanya, ramuan Bongo Yiladu tidak direbus melainkan diasapi di atas bara api. Selama proses pengasapan itu, ramuan harus ditutup hingga berwarna kecoklatan.

“Bongo yiladu kami gunakan untuk mencuci rambut seperti shampoo. Tapi kalau menggunakan ramuan ini,kulit kepala terasa lembab, warna rambut juga terlihat lebih hitam dengan aroma wanginya yang khas”, jelas Darmin

Sekarang perempuan Gorontalo mulai jarang mencuci rambut dengan Bongo yiladu setiap memasuki bulan ramadhan. Apalagi ditengah menjamurnya produk kecantikan rambut yang sudah bisa langsung digunakan tanpa perlu repot untuk membuatnya. Tetapi bagi yang ingin mencoba Bongo Yiladu sebagai ramuan pencuci rambut di beberapa pasar tradisional masih ada yang menjual ramuan ini disetiap menjelang ramadhan. 

Foto (FB: Awaludin Ahmad)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00