Umat Hindu di Desa Bongo 4, Melaksanakan Upacara Fitra Yatnya Atau Ngaben massal

KBRN, Gorontalo : Umat Hindu di Desa Bongo 4, Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo menggelar upacara Fitra Yatnya atau Ngaben massal. Dalam ritual Ngaben massal ini, ada sebanyak 22 mayat yang dikremasi di pekuburuan umum.  Ritual Ngaben massal bukan hanya diselenggarakan oleh umat Hindu di Provinsi Denpasar Bali saja. Di Provinsi Gorontalo, tepatnya di Desa Bongo 4, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo warga setempat juga menggelar ritual Ngaben massal, yang dilaksanakan pada hari rabu, (10/08/20222. Dalam ritual Ngaben massal ini, sebanyak 22 mayat  warga umat hindu dikremasi atau dibakar secara bersamaan. 

Menurut Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Boalemo, I Dewa Gede Sudira, Ngaben adalah untuk mempermudah dan mempercepat roh atau Atma ke alam Pitra dengan memutuskan keterikatannya dengan badan duniawi. Dijelaskan, konsep Ngaben secara umum yaitu panca Sradha dimana Panca Sradha adalah lima kerangka utama dalam ajaran umat Hindu yang terdiri dari brahman, Atman, Karmaphala, Samsara dan Moksa. 

“Jadi tujuan utama upacara Ngaben adalah untuk mempermudah dan mempercepat roh atau Atma untuk bisa cepat pergi ketempat asalnya. Jadi konsep Ngaben secara umum yaitu panca Sradha. Panca Sradha adalah lima kerangka utama dalam ajaran agama Hindu yang terdiri dari brahman, Atman, Karmaphala, Samsara dan Moksa” Tutur I Dewa Gede Sudira

Sementara itu, I Wayan Supardi mewakili keluarga yang berduka menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung  pelaksanaan upacara Fitra Yatnya atau Ngaben massal kali ini.

"Dalam rangkaian kegiatan upacara Fitra Yatnya atau Ngaben massal yang diselenggarakan di desa Bungo 4, saya pribadi selaku pimpinan dari keluarga duka dimana keluarga duka ini berjumlah 22 orang, mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada yang Pemerintah Kabupaten, provinsi juga dari Kecamatan bahkan tingkat Desa serta lapisan masyarakat yang telah membantu kami demi lancarnya kegiatan atau terlaksananya kegiatan Fitra Yatnya massal yang kami laksanakan. Di sini juga kami selaku masyarakat biasa tidak lupa juga mengucapkan banyak-banyak terima kasih dari pihak keamanan yang mana akan mengawal kami juga nanti kegiatan sampai di pantai yang akan kami laksanakan pada tanggal 14 nanti" kata I Wayan Supardi

“Kami Juga menyampaikan beribu-ribu terima kasih juga kepada umat non Hindu yang juga ikut serta memberikan izin pelaksanaan kami hingga pelaksanaan kegiatan Ngaben massal yang menjadi program dari Desa Adat di Desa Bongo 4 yang setiap lima tahun sekali bisa dilaksanakan lancar” tambahnya 

Setelah dilakukan kremasi atau pembakaran, selanjutnya keluarga dan warga adat desa Bongo 4 akan melebur abu mayat dilaut yang direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus 2022. (RA)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar