Ironi Jalan Lito – Apitalawu, Ditunggu Bertahun – Tahun, Rusak Belum Setahun

Kondisi jalan yang menghubungkan Desa Lito dan Desa Apitalawu, Kecamatan Paguyaman Pantai yang mulai rusak.

KBRN, Gorontalo : Masyarakat Kecamatan Paguyaman Pantai Kabupaten Boalemo begitu kecewa dengan pengaspalan jalan yang menghubungkan Desa Lito dan Desa Apitalawu. Pasalnya puluhan tahun masyarakat setempat menunggu jalan itu di aspal. Kini setelah di aspal, malah belum setahun sudah rusak, Kamis (19/5/2022)

Padahal, pekerjaan yang ditangani oleh PT Jaya Mitra Perkasa dengan konsultan PT Duta Anugrah Konsultan tersebut menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 7.784.773.000 (miliar).

Helmi Rasid, salah satu tokoh pemuda Paguyaman Pantai, menyayangkan pekerjaan yang terkesan asal jadi itu. Bahkan, pengaspalan jalan yang menghubungkan dua desa di pelosok Paguyaman Pantai itu diduga bercampur lumpur anak tanah yang menyebabkan jalan cepat rusak.

 “Masyarakat Desa Aptitalawo dan Desa Olibu puluhan tahun menunggu pengaspalan jalan ini. Setelah perjuangan panjang meminta jalan kami untuk diaspal, tapi dikerjakan hanya asal-asalan, dan tentunya kualitas pekerjaannya sangat mengecewakan,” tegasnya.

Helmi meminta Pemerintah Provinsi Gorontalo, dalam hal ini Dinas PUPR Provinsi Gorontalo memberi peringatan keras kepada kontraktor “nakal” yang bekerja sesuka hati. Jika perlu, perusahaan konstruksi seperti ini tidak diberi ruang untuk mengerjakan pekerjaan fisik.

 “Dalam pekerjaan konstruksi jalan seperti ini, pastinya ada dana pemeliharaan. Maka kami minta kepada pemerintah untuk memanfaatkan untuk perbaikan jalan yang sudah mulai rusak, akibat pekerjaan asal jadi,” pintanya.

Jika jalan tersebut tak kunjung diperbaiki, Ia akan mengajak masyarakat untuk melakukan aksi besar-besaran di Kantor PUPR Provinsi Gorontalo dan Kantor Kejaksaan Tinggi Gorontalo.

Sementara itu, upaya konfirmasi sudah dilakukan RRI Gorontalo kepada pihak kontraktor, tetapi hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasinya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar