Kakanwil : Pemberangkatan jemaah umrah Tahun ini Menjadi Rujukan

KBRN, Gorontalo : Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Gorontalo Syafrudin Baderung, Minggu (23/01/2022) menghadiri kegiatan manasik dan doa pemberangkatan jemaah umrah yang diselenggarakan oleh PT. Altur Wisata Mulia Cabang Gorontalo, di Asrama Haji Gorontalo.

“Di tempat ini tengah melakukan manasik dan doa pemberangkatan umrah, walaupun nanti tanggal 29 Januari 2022, tetapi acara pemberangkatannya sudah dilaksanakan hari ini. Ini patut kita syukuri karena Bapak dan Ibu adalah jemaah yang pertama yang berangkat dari Gorontalo di masa pandemi,” ujar Kakanwil. 

“Kita ketahui bersama, pemberangkatan umrah sekarang ini penuh dengan aturan yang ketat, bukan mempersulit. Kenapa aturan ini dibuat? karena aturan ini bertujuan untuk melindungi jemaah umrah,” tambahnya.

Keberangkatan ini, lanjut Kakanwil, menjadi rujukan kita dalam pemberangkatan ibadah umrah. Jika PT. Altur Wisata Mulia berhasil melaksanakan perjalanan ibadah umrah tanpa ada halangan apapun, maka akan banyak lagi jemaah yang akan berangkat.

“Keberangkatan ini merupakan rujukan. Bukan saja untuk perjalanan umrah yang lain, bahkan menjadi rujukan untuk pelaksanaan ibadah haji. Umrah ini adalah haji kecil, perbedaannya hanya karena rukun arafah. Kalau jika kita melaksanakan dengan baik dan sungguh-sungguh karena spirit agama, karena kita ingin memantapkan Islam kita, maka yakinilah kita dalam keadaan sehat wal afiat tanpa ada halangan apapun,” ungkap Kakanwil.

“Umrah secara keseluruhan menjadi indikator pelaksanaan Haji bisa dilakukan. Kalau umrah secara umum sukses, dengan risiko yang kecil, maka haji bisa dibuka lagi. Jangankan masyarakat, kamipun rindu dengan aktivitas melayani proses pemberangkatan haji,” terangnya.

Sehingga itu Kakanwil mengharapkan 25 orang jemaah umrah yang diberangkatkan PT. Altur Wisata Mulia Cabang Gorontalo mengikuti aturan dengan baik. Sebab aturan telah disimulasikan baik di Indonesia maupun di Arab Saudi. Hal ini dapat mencegah dari risiko keselamatan, keamanan dan kesehatan jemaah dalam melaksanakan ibadah umrah.

“Jika ikhtiar sudah kita lakukan dengan taat, maka kekuatan dari spirit agama yang harus kita sucikan. Yakinilah kita kuat, insya Allah semua jemaah dalam keadaan sehat dan seluruh rangkaian perjalanan ibadah menjadi lancar tanpa hambatan,” pinta Kakanwil.

“Nikmatilah perjalanan ini dengan keyakinan yang tinggi bahwa jemaah bukan sedang berwisata, tapi sedang melaksanakan ibadah dan jangan dulu memikirkan aktivitas lainnya. Tidak usah takut, karena itu akan membawa kita pada turunnya imunitas tubuh. Jangan terlalu berpikir dengan makanan, karena tujuan kita adalah mau beribadah,” tandasnya. (RA)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar