DPRD Kota Gorontalo Pertanyakan SILPA Kota Gorontalo Yang Besar

Foto Andi / 60dtk.com

KBRN, Gorontalo : Dana Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Kota Gorontalo pada tahun lalu ada sekitar Rp104 miliar. Jumlah ini dirasa cukup besar oleh DPRD Kota Gorontalo, Sabtu (2/7/2022)

Terkait besarnya sisa anggaran Pemkot ini, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Gorontalo menyorotinya. Anggota DPRD Kota Gorontalo Irwan Hunawa bahkan mempertanyakan apakah OPD memiliki perencanaan yang keliru sehingga masih terdapat SILPA yang besar

"Yang saya pertanyakan, apakah ini perencanaan yang keliru atau OPD yang tidak siap untuk melaksanakan anggaran yang ada," ujar Irwan Hunawa usai Banggar melaksanakan rapat dengan TAPD Kota Gorontalo

Irwan menegaskan, seharusnya anggaran sebesar itu dimanfaatkan dengan maksimal oleh pemerintah daerah sehingga terserap dengan baik. Andai tetap ada anggaran yang tersisa, jangan sampai nilainya tinggi.

"Kita tau bersama, pasca pandemi ini, masyarakat itu membutuhkan anggaran. Kalau anggaran ini bisa tergunakan, maka ekonomi akan berkembang,"kata Irwan.

Menanggapi sorotan itu, Kepala Badan Keuangan Kota Gorontalo Nuryanto, mengakui bahwa dana Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Kota Gorontalo pada tahun lalu ada sekitar Rp104 miliar.

Dana SiLPA ini ada karena sisa pembayaran beberapa pekerjaan yang baru berakhir pada Desember 2021, harus dibayarkan pada awal tahun 2022 ini. Selain itu, ada juga sisa pembayaran tunjangan profesi guru dan akan dikompensasi pada tahun ini.

"Yang paling terbesar adalah sisa dana di RS Aloei Saboe, sekitar Rp64 miliar. Ini nantinya akan digunakan untuk beberapa hal, sesuai ketentuan harus dilakukan pembahasan lebih lanjut dengan dewan pengawas rumah sakit, terutama untuk pembayaran sisa hutang obat di tahun 2021," bebernya.

Secara kumulatif, kata Nuryanto, SiLPA APBD Kota Gorontalo tahun 2021 itu terbilang cukup besar. Akan tetapi, Ia menegaskan bahwa dana ini hanya merupakan pembayaran program di tahun lalu yang tertunda.

"Jadi dana ini bukan tidak terserap, tapi tertunda. Kemudian kita juga sama-sama tau, dalam pelaporan keuangan itu kita dibatasi pada 31 Desember. Jadi semua pekerjaan yang selesai pada akhir tahun tapi belum terbayarkan, maka itu harus kita alokasikan pada tahun berikutnya dan itu menjadi SiLPA," tegasnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar