Pembangunan Tanggul Permanen Di Kelurahan Bugis Terhambat Pembebasan Lahan

Foto Bobi

KBRN,Gorontalo:Gubernur Gorontalo Rusli Habibie melakukan kunjungan di Kelurahan Bugis Kota Gorontalo guna melihat secara dekat pelaksanaan pengerjaan Tanggul permanen,Senin(20/09/2021).

Pembangunan tanggul tersebut untuk mencegah banjir yang setiap tahun menimpa masyarakat setempat. Koordinasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional PPN/Bappenas membuahkan hasil dengan mengalokasikan anggaran pembangunan tanggul permanen sebesar Rp 16 Milyar.ungkap Gubernur 

Rusli Habibie menyanyangkan anggaran sudah tersedia, tetapi proyek tersebut hingga saat ini belum dikerjakan pihak balai sungai diakibatkan masyarakat belum direlokasi.

“Rakyat minta kita untuk memperbaiki sungai datang anggaran tetapi meraka masih bertahan dibantaran sungai enggang direlokasi, saya takutnya anggaran ini tidak terserap dan akan dikembalikan kepusat dan sangat merugikan daerah, pemerintah menyalahkan lagi kita didaerah anggaran sudah diberikan tapi tidak dimanfaatkan nah ini menjadi Pr kita”tegasnya 

Sementara itu Pejabat Pembuat Komitmen PPK Rahman Haluti mengungkapkan tanggul ini sudah siap dikerjakan tetapi jika selama masyarakat setempat belum direlokasi maka pengerjaan fisik belum dapat dilaksanakan.

Relokasi warga yang ada dibantaran sungai harus segera dilakukan mengigat  Pengerjaan fisik hanya diberi waktu Lima bulan sejak Juli 2021 dan berakhir desember 2021.

“Sepanjang belum bisa dibebaskan memang kita tidak bisa ngapai-ngapain juga, padahal ini pelaksanaanya juga untuk mencegah banjir, sehingga ini terjadi keterlambatan pengerjaannya, kalau kita harapkan harus oktober ini pembebasan lahannya sudah selesai”imbuhnya        

Upaya Pemerintah Provinsi tersebut mendapat dukungan warga kelurahan bugis. Ela Aliati mengaku sangat bersyukur adanya pembangunan tanggul tersebut dengan harapkan tidak akan terjadi banjir lagi. Ia mengungkapkan jika terjadi banjir, ketinggian air hingga mencapai atap rumah.

“Tahun kemarin 9 kali terjadi banjir air sampai diatap rumah, baru-baru ini sempat naik tapi cuman tidak sampai dirumah karna ada tanggul sementara, ada karung yang ta isi pasir, tapi masih hawatir, jadi sangat bersyukur ti pak Gubernur smo bangun ini tanggul permanen semoga so tidak banjir lagi”harapnya 

Anggaran pembangunan tanggul permanen tersebut sepanjang 700 meter sebesar 16 Milyar rupiah.

Anggaran Milyaran rupiah ini harus direalisasikan demi menjamin keselamatan masyarakat kelurahan bugis dan sekitarnya. Dukungan masyarakat setempat sangat diharapkan sehingga Kelurahan bugis terhindar dari banjir bandang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00