Sejak Pandemi, Wisata Puncak Mahoni di Kabupaten Gorontalo Sepi

Foto : Andi/60dtk.com

KBRN, Gorontalo :  Pariwisata, merupakan salah satu sektor yang paling terdampak dengan adanya pandemi Covid-19. Hal ini seperti yang terjadi pada Destinasi wisata Puncak Mahoni yang berada di Desa Huidu, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, Minggu (16/1/2022)

Sejak pandemi melanda, destinasi wisata ini, seolah ditinggalkan pengunjung. Bahkan kini sudah mulai terlupakan. 

Pada masanya, obyek wisata yang muncul karena adanya pembangunan jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR) itu memang jadi salah satu destinasi utama tujuan para wisatawan lokal di tahun 2018, 2019, bahkan sampai awal tahun 2020.

Hanya dengan mengeluarkan Rp2000/orang, pengunjung bisa menikmati udara segar dan pemandangan alam sekitar. Berbagai jenis pepohonan, hamparan gunung, rumah-rumah warga, bahkan sebagian Danau Limboto yang sangat memanjakan mata terlihat dengan jelas karena lokasinya yang ada di perbukitan.

Pengunjung juga bisa mengabadikan momen bersama sanak keluarga, teman, kerabat kerja, dengan berswafoto di sejumlah spot yang tersedia. Salah satu spot yang paling menarik ialah gardu pandang. Selain itu ada juga gazebo atau tempat untuk pengunjung beristirahat (nongkrong) dan warung kecil yang menyediakan berbagai makanan dan minuman.

"Dari sejak pemberlakuan PSBB (sekitar pertengahan 2020) pengunjung itu menurun drastis, sekitar 70 sampai 80 persen. Itu sampai sekarang. Dampak yang saya rasakan tentu pendapatan yang juga ikut menurun," kata pemilik wisata Puncak Mahoni, Andri D.J Abuba,

Ia menceritakan, sebelum pandemi, pengunjung yang datang cukup banyak meskipun saat hari kerja. Ketika libur akhir pekan, apalagi libur panjang akhir tahun, libur hari raya dan lebaran, jumlahnya bisa mencapai ratusan orang dalam sehari.

 "Untuk sekarang memang masih ada yang datang. Tapi tidak seperti sebelum covid-19 ada. Sekarang itu hanya hari-hari tertentu seperti libur akhir tahun dan lebaran saja banyak yang datang," beber Andri.

Meski jumlah pengunjung sudah menurun drastis, Andri mengaku tidak mengeluh dan berusaha tetap bertahan dengan kondisi yang terjadi. Ia rutin membuka tempat wisata miliknya meskipun hanya dari siang sampai sore hari, kadang kala sampai pukul 20.00 WITA.

"Kalau sebelumnya saya buka dari pagi sampai sore. Tapi sekarang saya sudah kurangi, hanya dari siang sampai sore," ujarnya.

Selain karena pandemi, Andri melihat penurunan kunjungan ini bisa saja dikarenakan orang-orang masih ingin berwisata di tempat lain seperti pantai. Sebab kata Andri, dalam beberapa waktu terakhir banyak wisata pantai di Gorontalo yang muncul dan begitu menarik perhatian masyarakat.

"Untuk itu ke depan saya akan kembangkan lagi wisata ini. Kemarin saya sudah menambah beberapa fasilitas dan memperbaruinya. Rencana saya juga akan dibuka malam hari, karena banyak juga saran dari pengunjung soal itu," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar