Peduli Korban Banjir, Wahdah Islamiyah Lakukan Aksi Kemanusiaan

Wahdah Islamiyah, Saat Mengunjungi Masyarakat Kelurahan Bugis yang Terdampak Banjir. (Foto: Dok-Wahdah Islamiyah)

KBRN, Gorontalo: Wahdah Islamiyah Provinsi Gorontalo turut membantu masyarakat yang terdampak banjir di Kota Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango.

Sebagai organisasi keagamaan, selain memberikan penguatan mental spritual kepada masyarakat korban banjir, Wahdah Islamiyah juga membantu dan menyiapkan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat, terutama membersihkan barang-barang dan memberikan layanan cuci baju gratis, serta menyalurkan makanan kepada warga.

Ketua Bagian Humas Wahdah Islamiyah Provinsi Gorontalo, Ustadz Fadly Duengo, menjelaskan, gerak Wahdah Islamiyah karena semangat masyarakat yang ingin membantu melalui Wahdah, baik dari segi tenaga maupun materi.

“Terapi trauma, di bagian terakhir itu program dimana kita membangun kembali mental masyarakat, kita menumbuhkan kepercayaan diri setelah terjadi bencana/ musibah dengan siraman rohani, penguatan agama di dalamnya dan mengajak juga yang mungkin butuh dikuatkan,” jelas Fadly Duengo, kepada RRI, Kamis(25/6/2020).

“Kita bawa tim kesehatan, kita bawa bantuan makanan, kita bawa sembako, kita cuci pakaian mereka dengan gratis. Di akhir penutupnya kita bangun lagi mental meraka untuk bisa kuat kembali,” tambahnya.

Kader Wahdah Islamiyah Sedang Merapikan Pakaian Korban Banjir yang Selesai Dicuci. (Foto: Dok-Wahdah Islamiyah)

Melalui program Trauma Healing atau proses penyembuhan pasca trauma, Wahdah Islamiyah mendekatkan kembali nilai-nilai keagamaan kepada masyarakat. Fadly Duengo menambahkan, Wahdah Islamiyah juga turut merasakan apa yang dirasakan masyarakat yang terdampak bencana, sehingga gerak kemanusiaan dari Kader Wahdah langsung diimplementasikan ketika menangani korban banjir di Gorontalo.

“Beberapa inisiatif dari pada kader Wahdah Islamiyah, secara mandiri mereka pun mengambil bagian dalam laundry gratis, cuci gratis pakaian korban banjir,” tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00