Presiden ke Ukraina-Rusia Bawa Tanggung Jawab G20 

Presiden Indonesia Joko Widodo (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) (Sumber: Sekretariat Kabinet Republik Indonesia)

KBRN, Jakarta: Peneliti Hubungan Internasional di Center fot Strategic and Internasional Studies (CSIS) Gilang Kembara mengatakan, kunjungan Presiden Joko Widodo ke Ukraina dan Rusia bertujuan memperbaiki rantai pemasokan dan perdagangan global, berkaitan dengan perhelatan G20 mendatang.

"Saya melihat Pak Jokowi memegang tanggung jawab sebagai Presidensi G20. Di mana memang salah satu tujuan yang ingin dicapai oleh Presiden dengan kunjungannya yakni untuk memperbaiki rantai pemasokan global dan perdagangan global," katanya dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Sabtu (2/7/2022).

Pemasokan global yang dimaksud yakni rantai pasok komoditas gandum, pupuk dan lainnya, dari Rusia dan Ukraina. Rantai pasok Komoditas kebutuhan sehari-hari untuk masyarakat dan petani dunia itu terganggu akibat perang Ukraina dan Rusia.

"Kita ketahui di G20, Rusia adalah salah satu anggotanya dan ia juga salah satu anggota yang sangat berpotensi memiliki pasokan pupuk, gandum dan lainnya yang saat ini dalam hal pendistrbusian," jelasnya. 

Adapun, lanjutnya, jika Presiden Jokowi tidak berhasil membawa Rusia untuk memperbaiki rantai pasokan ini, maka anggota G20 lainnya mungkin akan menemui kesulitan.

"Karena mereka tidak bisa memperbaiki sendiri akibat tidak memiliki pasokan besar seperti yang di miliki oleh Rusia," urai Gilang. 

"Jadi peranan G20 di sini buat saya menjadi yang terdepan untuk menjembatani berbagai macam permasalahan yang ada di dunia saat ini," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar