Forum G20 Diharapkan Dapat Mengatasi Perubahan Iklim

Ilustrasi perubahan iklim (Foto: Istimewa)

KBRN, Jakarta: Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Satryo Soemantri Brodjonegoro yang juga Ketua Science20 (S20), salah satu kelompok keterlibatan di G20 berharap, forum G20 dapat meningkatkan peran dan kontribusi ilmu pengetahuan serta teknologi dalam mengatasi perubahan iklim dan menciptakan udara bersih atau bebas emisi/polusi.

"G20 perlu memperkuat kerja sama untuk mengatasi kualitas udara bersih, perubahan iklim, serta meningkatkan kontribusi ilmu pengetahuan dan teknologi bagi peningkatan kualitas kehidupan," kata Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Satryo Soemantri Brodjonegoro dalam webinar S20 High Level Policy International Webinar on Applying Science and Technology for Clean Air and Climate Co-benefits, Kamis (30/6/2022).  

Ia mengatakan, G20 harus mendorong kemampuan negara menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam memberikan bukti ilmiah untuk membuat keputusan dalam kondisi ketidakpastian. Dimana, penilaian kuantitatif saja tidak akan cukup memandu pembuatan kebijakan nasional.

Kebijakan nasional dan langkah strategis tersebut utamanya ditujukan untuk menciptakan udara bersih dan mengendalikan perubahan iklim demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik.

Satryo menyebut, webinar ini bertujuan untuk mendorong berbagi pengetahuan selatan-selatan di antara negara-negara Asia, pada peningkatan kualitas udara dan penurunan emisi karbon.

"Saya harap anda semua memiliki diskusi yang produktif dan bermanfaat untuk memperkaya Komunike Science20 untuk kepentingan komitmen G20, dan untuk perbaikan masa depan 'satu-satunya planet kita'," katanya.

Peran data yang kuat juga disoroti untuk mengembangkan kebijakan udara bersih dan rendah karbon secara komprehensif, membahas kemajuan terkini dalam teknologi bersih di Asia, dan mekanisme untuk mempercepat peningkatan teknologi bersih.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar