Pemerintah Dukung Dana Perantara Keuangan Pandemi PPR

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin (kanan) dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati (kiri) saat Konferensi Pers acara G20. (Foto: Istimewa)

KBRN, Jakarta: Pemerintah Indonesia mendukung Dana Perantara Keuangan atau Financial Intermediary Fund (FIF) untuk Kesiapsiagaan, Pencegahan, Penanggulangan dan Respons (PPR). Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan akan memberikan dana untuk PPR.

"Dengan senang hati saya sampaikan bahwa komitmen kontribusi sejumlah hampir USD 1,1 miliar telah diamankan untuk FIF guna pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons pandemi. Angka tersebut sudah termasuk kontribusi sebesar USD 50 juta dari Indonesia," kata Sri Mulyani 1st G20 Joint Finance and Health Ministers' Meeting (JFHMM) di bawah Kepresidenan G20 Indonesia secara hybrid.

Sri Mulyani juga mengingatkan agar mengedepankan semangat inklusivitas dalam penanganan pandemi global. 

“Yang paling penting adalah inklusivitas sehingga upaya kita dapat digabungkan, antara Kementerian Keuangan dan Kesehatan, serta antara negara maju dan berkembang. Hanya dengan begitu, kita dapat secara efektif siap untuk mengatasi pandemi global berikutnya bersama-sama,” ujar Sri Mulyani. 

“Saya ingin mengapreasiasi peran sentral WHO dalam memerangi pandemi, dan pentingnya memasukkan suara negara-negara berkembang dalam pengaturan kelembagaan kami, untuk menciptakan sistem pencegahan dan respons pandemi yang paling efektif.” lanjutnya.

Selain itu, persiapan Dana Perantara Keuangan atau Financial Intermediary Fund (FIF) untuk Kesiapsiagaan, Pencegahan, Penanggulangan dan Respons (PPR) terhadap pandemi akan mulai beroperasi pada 30 Juni 2022. Dalam acara tersebut dipimpin oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. 

JFHMM diselenggarakan dalam rangka untuk berdiskusi serta meminta arahan dari para Menteri Keuangan dan Kesehatan G20 tentang beberapa kemajuan yang telah dicapai oleh Joint Finance and Health Task Force (JFHTF).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar