Pra-KTT Y20 Hasilkan Pesan Manokwari untuk Pemuda

Suasana KTT Pra-Y20 di Manokrawi. (Foto: istimewa)

KBRN, Jakarta: Ketua Humas Youth 20 (Y20) Pangeran Siahaan mengatakan Pra-KTT Y20 Ke-4 menghasilkan Pesan Manokwari, sebuah dokumen yang berisi pesan moral terkait keberagaman dan inklusi pemuda. Sebanyak 24 pesan moral tercantum dalam Pesan Manokwari. 

"Ada poin-poin ini dikelompokkan dalam lima sub-tema, pertama, pendidikan inklusif, kedua, ekonomi kreatif, ketiga, budaya dan toleransi, keempat, kepemimpinan pemuda dan keterlibatan masyarakat dan kelima, teknologi dan akses digital," kata Pangeran, Senin (20/6/2022).

Pengeran menjelaskan, untuk pendidikan inklusif dalam Pesan Manokwari dapat mendorong pemerataan secara menyeluruh dalam sistem pendidikan untuk semua. 

Tak hanya itu, dokumen tersebut juga menekankan pentingnya menjamin prasarana dan sarana yang memadai bagi penyandang disabilitas dan mereka yang tinggal di daerah tertinggal. 

"Sedangkan terkait ekonomi kreatif, pemerintah, sektor swasta, dan komunitas setempat (masyarakat adat) juga perlu bekerja sama untuk mendukung bisnis anak muda khususnya yang berskala kecil dan menengah," katanya.

Mengenai budaya, jelas Pangeran, Pesan Manokwari dapat mendorong penerapan nilai luhur, kegiatan-kegiatan kepemudaan yang berkaitan dengan pelestarian budaya. 

"Lewat Pesan Manokwari, Y20 juga mendorong peningkatan kesadaran anak muda tentang pentingnya partisipasi dan literasi politik," ujar dia. 

"Serta memastikan kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi kepemimpinan di kelompok rentan lewat capacity building di lembaga formal maupun informal," kata Pangeran melanjutkan.

Menurutnya, dokumen ini juga menekankan perlu dibentuknya pengajaran sukarela peer-to-peer untuk literasi digital dasar yang bisa diakses dengan mudah dan terjangkau.

Diketahui, penyelenggaraan kegiatan pra-KTT ke-4 Youth 20 (Y20) berlangsung di Manokwari, 17-18 Juni 2022. Dalam acara itu juga diikuti oleh 15 negara atau pemuda yang bergabung dalam G20.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar