Kunjungan Jerman Sebagai Momentum Menuju Presidensi G20

Presiden Joko Widodo (kiri) berjalan bersama Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier (kanan) saat upacara penyambutan di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/6/2022). (Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/rwa)

KBRN, Jakarta: Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian RI, Eko S.A Cahyanto mengungkapkan, jika kunjungan dan kerjasama antara Jerman dan Indonesia sebagai momentum yang sangat luar biasa menuju presidensi G20.

"Kesempatan yang sangat luar biasa dan moment yang luar biasa, ditambah saat ini Jerman sudah memegang ketua G7 dan Indonesia memegang presidensi G20," ujarnya dalam perbincangan bersama Pro3RRI, Sabtu (18/6/2022).

Tidak hanya itu, menurutnya kunjungan ini sebagai peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Jerman yang memang sudah beberapa waktu lalu dimulai rangkaiannya.

"Kami juga sudah mengunjungi Jerman beberapa waktu lalu bersamaan dengan Kedutaan Besar RI dan disana menemui beberapa pejabat pemerintah Jerman," kata Eko.

Eko juga menyebut, jika moment ini bisa dimanfaatkan untuk mendukung program-program dan kebijakan di Indonesia. Terutama pada sektor transformasi digital di segi global, apalagi Jerman merupakan negara besar dimana pengusaan teknologi dan rekayasa teknologinya cukup maju.

"Berbagai tantangan terutama berkaitan dengan transformasi digital yang sudah terjadi dan tantangan ini tidak hanya terjadi didomestik tetapi di segi global, maka dari itu kerjasama yang erat antara keduanya tentunya dalam konteksnya di G7 dan G20 ini sangat penting sekali," jelas Eko.

"Dan kini kami mendorong kunjungan ini juga untuk memperkuat hubungan tidak hanya hubungan diplomatik tetapi juga hubungan bisnis sehingga Indonesia dan Jerman bisa saling melengkapi," tambahnya.

Sementara itu, untuk segi vaksinasi menurut Peneliti Ekonomi Bidang Industri, Perdagangan, dan Investasi dari Insitute for Development of Economivs and Finance (INDEF), Ahmad Heri Firdaus, kerjasama ini bisa menjadi upaya keluar dari pandemi vaksinasi yang pasif dan memperkuat Indonesia untuk mempercepat pemulihan ekonomi.

"Saya rasa ini salah satu upaya untuk keluar dari pandemi vaksinasi yang pasif, agar kerjasama dalam hal vaksin bisa membantu Indonesia untuk memperkuat atau bisa segera keluar dari pandemi supaya kita bisa mempercepat pemulihan ekonomi," ucapnya.

Jerman sendiri diketahui juga merupakan salah satu negara dengan industri farmasi dan kesehatan yang cukup baik di dunia.

Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo menyambut kunjungan resmi Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (16/6/2022) lalu. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar