Pemerintah Matangkan Kesiapan "Venue" G20

Kepala Biro (KaBiro) Komunikasi Kemenko Marves Andreas Dipi Patria (tengah) (Foto: Hikmat Raharjo Oetomo)

KBRN, Nusa Dua: Indonesia menyiapkan langkah tepat dalam upaya menyukseskan Presidensi KTT G20.

Keseriusan tersebut ditunjukkan dengan mematangkan kesiapan venue, baik untuk main event maupun side event.

Adapun venue yang akan digunakan untuk main event Presidensi KTT G20, adalah Apura Kempinski, Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, Bali Turtle Island Development, dan Tahura Ngurah Rai. 

Venue G20 di Bali (Foto: Hikmat Raharjo Oetomo/RRI) 

Sedangkan untuk side event akan mengambil lokasi di Bali Collection, dan Taman Budaya Provinsi Bali. 

Kepala Biro Komunikasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Republik Indonesia, Andreas Dipi Patria menjelaskan, lokasi utama pertemuan Kepala Negara/Pemerintahan akan dilaksanakan di Apurva Kempinski.

"Sudah dilaporkan beberapa venue yang disiapkan, diantaranya untuk konferensi di Apura Kempinski, kemudian untuk dinner kita laksanakan di GWK, dan kemudian akan ada kunjungan ke Tahura Mangrove yang di dekat Bandara Ngurah Rai," katanya kepada wartawan disela-sela kunjungan ke Apurva Kempinski, Rabu (25/5/2022). 

"Semua venue itu sekarang sudah dipersiapkan sedemikian rupa. Jadi semua tentu sudah siap, dan kemudian skenario dan prosesi kegiatan sudah disiapkan dengan baik," imbuhnya. 

Andreas menyampaikan, puncak Presidensi KTT G20 akan dilaksanakan pada tanggal 15 dan 16 November 2022. 

"Jadi selama dua hari konferensi itu, itu pusatnya atau basisnya adalah di Apura Kempinski. Jadi hotel ini menjadi venue utama untuk pelaksanaan Leaders Meeting pada saat KTT G20," ujarnya. 

Venue G20 Apura Kempinski Bali (Foto: Hikmat Raharjo Oetomo) 

Ia mengatakan, proses sterilisasi nantinya akan dilakukan sebelum dan setelah acara. 

Sesuai Standar Operational Procedur (SOP), pengelola Apura Kempinski akan melakukan sterilisasi kunjungan mulai H-3 atau H-2 dan H+1.

"Tentu prosedurnya ada persiapan dua, tiga hari sebelumnya dan satu hari sesudahnya, itu menyesuaikan secara teknisnya," pungkas Andreas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar