Negara G20 Sepakati Lima Subtopik Konektivitas Digital

Suasana 2nd DEWG Meeting yang berlangsung di Hotel Tentrem Yogyakarta, Selasa (17/5/2022) - (Foto: Kominfo/AYH)

KBRN, Yogyakarta: Pertemuan kedua kelompok kerja ekonomi digital atau Digital Economy Working Group (DEWG) yang menjadi rangkaian Presidensi G20 Indonesia telah berlangsung sejak kemarin, 17 Mei 2022 di Yogyakarta. Pertemuan ini dijadwalkan akan berakhir pada besok Kamis, 19 Mei 2022.  

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan para delegasi negara anggota G20 menyepakati 5 sub topik dalam pembahasan konektivitas dan pemulihan pasca Covid-19.  Pertama, adalah people centered digital connectivity atau konektivitas digital yang berpusat pada manusia. Johnny mengatakan, konektivitas digital menjadi penting terutama pada pemulihan ekonomi pasca Covid-19.  Pandemi telah menunjukan seberapa bergantungnya manusia terhadap ekosistem digital di berbagai sektor publik, seperti pendidikan, kesehatan, dan pembangunan ekonomi. 

"Menempatkan masyarakat sebagai fokus utama pengembangan konektivitas digital. People center digital connectivity," kata Johnny dalam Konferensi Pers 2nd DEWG Meeting di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Rabu (18/5/2022). 

Kedua, dalam subtopik Digital Security as Key Enabler to Support Business Continuity, Menkominfo menyatakan intensifikasi konektivitas digital secara tidak langsung juga memunculkan tantangan lain. Tantangan itu berupa kemunculan berbagai risiko keamanan digital yang mengancam keselamatan daring pengguna internet, khususnya bagi para pelaku ekonomi yang semakin terdigitalisasi. 

"Menyadari pentingnya keamanan digital dalam menyokong keberlangsungan bisnis digital di masa depan, DEWG juga memfasilitas pengumpulan praktik-praktik keamanan dan keselamatan digital yang ada," ujarnya. 

Kemudian subtopik ketiga, menyepakati Digital Innovation Network sebagai kelanjutan dari G20 Innovation League pada Presidensi G20 Italia tahun lalu. 

"Jejaring ini yang mewadahi dan mendukung kerja sama dari para pelaku inovasi digital di seluruh dunia, seperti startup, venture capital, korporasi, dan para pemerintah. Kami berharap bahwa perhelatan ini akan tetap berlanjut di presidensi-presidensi G20 selanjutnya," ungkap Johnny. 

Subtopik keempat adalah Digital Transformation Expo. Menteri Johnny mengatakan para delegasi menyambut baik rencana penyelenggaraan pameran. Pameran ini akan menampilkan capaian-capaian negara anggota G20 berkaitan dengan perihal kebijakan, strategi, dan inovasi transformasi digital. 

Terakhir, subtopik kelima, Menkominfo menjelaskan berkaitan dengan ITU’s Smart Village and Smart Island Initiative. 

"Tidak kalah pentingnya, Pertemuan DEWG Kedua mendukung gagasan dari ITU perihal desa pintar dan pulau pintar, atau Smart Village and Smart Island Initiative," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar