Kemkominfo Gelar Pertemuan Kedua Digital Ekonomi Grup

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate (jas biru, tengah) bersama para delegasi negara-negara G20 sebelum sidang 2nd DEWG di Yogyakarta, Selasa (17/5/2022) - (Foto: RRI/Saviera Amalia)

KBRN, Yogyakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) akan menggelar pertemuan kedua kelompok kerja ekonomi digital atau 2nd Digital Economy Working Group (DEWG) yang menjadi rangkaian Presidensi G20 Indonesia. 

Pertemuan akan dibuka langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dan berlangsung di Yogyakarta, pada 17-18 Mei 2022. 

Selain itu, pertemuan akan dihadiri oleh Chair DEWG Mira Tayyiba yang juga merupakan Sekjen Kementerian Kominfo, Alternate Chair DEWG Dedy Permadi, dan diikuti oleh sejumlah delegasi dari negara-negara G20. 

Pada pertemuan kedua DEWG ini, Kementerian Kominfo akan melibatkan Industry Task Force (ITF) yang terdiri atas 11 perusahaan penyelenggara. 

Sebelumnya, pertemuan pertaka DEWG telah berlangsung di Lombok, Nusa Tenggara Barat pada tanggal 29-30 Maret 2022 lalu. 

Pada pertemuan itu telah dibahas salah satu isu prioritas, yaitu konektivitas dan pemulihan pasca pandemi Covid-19. Para negara anggota G20 menyatakan dukungan serta memberikan berbagai masukan konstruktif untuk menjembatani kesenjangan konektivitas digital. 

Pertemuan Pertama DEWG secara umum juga sepakat atas pentingnya penyediaan akses telekomunikasi kepada seluruh lapisan masyarakat secara inklusif, terlebih bagi kelompok masyarakat rentan. Para negara anggota G20 juga memberikan dukungannya untuk melanjutkan pembahasan mengenai penyediaan dan investasi infrastruktur fisik digital guna mempercepat pemulihan global pascapandemi Covid-19 termasuk bagi keberlangsungan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

Sebagai informasi, dalam Presidensi G20 Indonesia, Kementerian Kominfo sebagai pengampu DEWG G20 mendorong pembahasan tiga isu prioritas yaitu Konektivitas dan Pemulihan Pascapandemi Covid-19, Kecakapan dan Literasi digital, serta Arus Data Lintasnegara. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar