FOKUS: #G20

Pemerintah Siapkan Skenario Travel Bubble pada G20

Menteri Komunikasi dan Informatika yang juga merupakan Ketua Bidang Komunikasi Publik G20 Johnny G. Plate mengungkapkan, meski belum final, namun pemerintah memastikan akan mempersiapkan skenario terkait “Travel Bubble”. (Foto:RetnoMandasari/RRI)

KBRN, Jakarta: Pemerintah Indonesia tengah mempertimbangkan untuk adanya penerapan “Travel Bubble”, bagi para peserta pertemuan G20 yang akan hadir secara fisik.

Menteri Komunikasi dan Informatika yang juga merupakan Ketua Bidang Komunikasi Publik G20 Johnny G. Plate mengungkapkan, meski belum final, namun pemerintah memastikan akan mempersiapkan skenario terkait “Travel Bubble”.

“Kalau yang terkait dengan “Travel Bubble” saya kira itu nanti keputusan dari ketua penyelenggara ya. Tadi, yang kita bicarakan hanya terbatas di komunikasi publik. Tetapi, skenario Travel Bubble pasti juga disiapkan,” kata Johnny G. Plate dalam konferensi pers yang diikuti RRI.co.id usai rapat koordinasi dan komunikasi publik KTT G20 di bilangan Jakarta Selatan, Senin (24/01/2022).

Menurut Johnny keputusan terkait “Travel Bubble” akan merujuk pada perkembangan kasus COVID-19.

“Sehingga, nanti “Travel Bubble” akan diatur sedemikian rupa sesuai perkembangan COVID ya. Yang saat ini kita harapkan COVID, Omicron khususnya segera masuk di tahap puncak dan kemudian melandai. Sehingga, kita bisa mengambil kebijakan-kebijakan yang lebih tepat yang terkait dengan penyelenggaraan nasional kita,” terang Johnny G. Plate.

BACA JUGA: Sejumlah Nama Diusulkan Jadi Juru Bicara G20

Menkominfo menambahkan, presidensi G20 Indonesia yang dijalankan di tengah pandemi COVID-19, memaksa Indonesia mempertimbangkan dua hal.

“Karena, memperhatikan perkembangan COVID saat ini di sisi yang satu. Tapi, di sisi yang lain kita ingin kesuksesan setiap penyelenggaraan G20 ya. Akan ada 150 rapat meeting nanti di 19 kota dan melibatkan 20.988 delegasi. Jadi, even-nya yang sangat besar,” pungkas Johnny G. Plate.

Pandemi COVID-19 yang masih terjadi di dunia, turut menjadi perhatian penting Indonesia pada presidensinya di G20.

Selama Presidensi Indonesia yang dimulai pada 1 Desember 2021 – 30 November 2022, setidaknya terdapat lebih dari 150 pertemuan yang diselenggarakan secara hybrid (campuran).

Presidensi Indonesia di G20 dimulai pada 1 Desember 2021 – 30 November 2022.

Tiga superioritas Indonesia selama presidensinya di G20 yaitu, Arsitektur Kesehatan Global yang Inklusif, Transformasi Digital khususnya untuk mendukung perekonomian, dan Transisi Energi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar