Bantah Tudingan Tak Urus Jalan Kedukul - Balai Sebut, Pemkab Sanggau: Kami Tidak Tinggal Diam

KBRN, Sanggau : Pemerintah Kabupaten Sanggau dituding tidak peduli atas kerusakan di ruas jalan Kedukul, Kecamatan Mukok menuju Balai Sebut, Kecamatan Jangkang.

Menjawab tudingan masyarakat yang disampaikan melalui unggahan di media sosial Facebook, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kabupaten Sanggau, John Hendri membeberkan data terkini kondisi ruas jalan tersebut.

John menyebut, total panjang jalan Kedukul-Balai Sebut adalah 48,9 kilometer. Terdiri dari 13,250 kilometer kondisi baik, 15,325 kilometer kondisi sedang, 10,575 kilometer kondisi rusak ringan dan 9,750 kilometer rusak berat. 

“Pemda berkewenangan mengatasi dan memperbaiki, karena ini adalah jalan poros, yang melintasi dari Jangkang (Balai Sebut) menuju Kota Sanggau. Tentunya juga kami tidak tinggal diam,” ujar John Hendri, Kamis (21/1/2021).

Pemerintah Daerah, kata John Hendri, sudah melakukan penanganan sejak tahun 2015 sampai 2020. Bahkan untuk tahun 2021 ini, Pemerintah Kabupaten Sanggau sudah mengalokasikan anggaran Rp5 miliar untuk perbaikan ruas tersebut.

Namun anggaran itu tak serta-merta bisa menuntaskan penanganan jalan itu. Semua dilakukan bertahap. “Kita melanjutkan pengaspalan yang sudah ada. Maksud kita begini, dari Kedukul sudah bagus melewati kantor Camat. Kemudian kita lanjutkan lagi di 2021 ini menuju ke arah SP 2. Ini juga bagian yang saya selalu sampaikan kepada masyarakat, kita juga perlu ada wibawa pemerintah. Kalau di sekitar kantor Camat sudah aspal, menandakan pemerintah juga punya wibawa,” lanjut John. 

Lantas bagaimana dengan kondisi jalan yang masih berupa tanah dan rusak berat? John Hendri menjelaskan kondisi jalan tanah berbeda penanganannya. Saat ini, pihaknya masih fokus pada peningkatan struktur jalan hingga tahun 2022. Tak hanya mengandalkan APBD murni, diungkap John, pemerintah kabupaten juga mengusulkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2022.

“Tapi bukan berarti ini (jalan berupa tanah) kita tinggalkan. Tidak! Kita akan melakukan kerjasama dengan perusahaan. Artinya merawat, meski berupa jalan tanah. Walaupun belum ada sentuhan APBD yang sepanjang 9,750 kilo meter ini,” tandasnya. 

Untuk jalan yang berupa tanah dan rusak berat itu, lanjutnya, diperkirakan butuh Rp30 miliar untuk bisa sampai pengaspalan dengan estimasi perkilometer Rp3,5 miliar.

“Kami yakin 2023 beres. Aspal semua. Pemda tidak diam dalam hal ini. Jadi yang bagus sampaikan yang bagus, yang jelek kami juga tak menutup diri. Kami juga mengimbau para pengusaha, utamanya yang memiliki kendaraan sawit di sekitar Kedukul-Balai Sebut, tolong juga jadi perhatian. Karena kita tahu, struktur jalan Kedukul-Balai Sebut pondasinya tidak semuanya keras. Yang sembilan kilometer itu bisa kita kerjakan bersama,” pungkas John.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00