Bupati Nagekeo Ingatkan Petani Milenial Fokus Pada Potensi Lokal

KBRN, Ende : Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do mengingatkan para petani milenial untuk fokus kepada potensi-potensi lokal dalam mengembangkan usaha di bidang pertanian maupun peternakan.

Hal itu disampaikan Bupati Don Bosco saat menghadiri kegiatan tanam perdana tanaman Holtikultura milik petani kelompok Milenial Niat Strategi Pasti (NSP) Bisa di Nagesepadhi, Kecamatan Boawae pada Sabtu 25 Juni 2022 pagi.

“Kalian berfokus bukan pada kebutuhan, fokus pada potensi, kebutuhan ada di sini. Potensi lahan kita sudah ada, budidaya masyarakat seperti tanam lombok kita sudah jalani  dan lalu kita lihat potensi pasarnya ada, kita pertemukan” kata bupati Don. 

Potensi lokal yang dimaksudkan Bupati Don Bosco ialah para pelaku usaha sektor pertanian holtikultura agar mampu mengoptimalkan segala sesuatu yang ada di sekitar guna mendukung proses produksi mulai dari tanam hingga pemasaran.

Menurut Don Bosco, ada sekian banyak potensi yang mudah didapat misalnya penggunaan pupuk kandang, kompos hingga mulsa untuk kebutuhan tanaman holtikultura.

Hal ini menurut bupati Don merupakan salah satu strategi bagaimana petani Milenial memberi solusi terhadap input prospek bisnis yang dijalani guna menghemat biaya dan mengurangi penggunaan pupuk kimia dan fasilitas penunjang berbahan baku plastik.

“Potensi untuk mulsa sebetulnya bisa didapatkan dari barang padi (pasca panen read-), batang padi bawa ke sini tutup. Ini catatan saya, sehingga di kebun-kebun pribadi gunakan batang padi atau tanaman apa saja termasuk daun kering, "saran bupati Don. 

Bupati mengapresiasi gerakan perubahan kaum milenial yang sudah melakukan transformasi budidaya tanaman holtikultura dari sistem yang tradisional menuju pengembangan sektor pertanian yang berorientasi bisnis (Agribisnis).

Karena itu, pesan Bupati Don Bosco, penting bagi para petani Milenial untuk mmemperhatikan manajemen rantai pasok agribisnis mulai dari proses produksi hingga kepada peluang pasar. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar