Tidak Ada Jembatan, Warga Kecamatan Rana Mese Manggarai Timur Kesulitan Menyebrang Sungai

Camat Rana Mese: Maria Anjelina Tene

KBRN, Ende: Hingga saat ini, sebanyak 3 desa di Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terpaksa harus menyebrangi sungai Wae Musur Hilir untuk melakukan aktivitasnya sehari-hari, dikarenakan tidak adanya akses jembatan.

Demikian disampaikan, Camat Rana Mese, Maria Anjelina Tene kepada RRI dalam Lintas Ende Pagi, Senin (04/07). Dia mengatakan, ketiga desa tersebut yakni Desa Lidi, Desa Bea Ngencung, Desa Satar Lenda, mirisnya akibat tidak tersedianya jembatan sebagai akses jalan, masyarakat terpaksa harus menggotong jenazah melewati sungai. Hal itu terjadi lantaran, mobil jenazah tidak bisa melintasi akibat kondisi sungai yang dalam dan berarus deras.

Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi bersama pemerintah daerah, bahkan telah direncanakan pembangunan jembatan, akan tetapi terkendala akibat anggarannya.

"Bukan hanya dititik itu saja, tetapi juga di titik tengah dibantu dengan crossway, dan juga menyulitkan akses untuk 3 desa saya disana, yaitu Desa Desa Torok Golo, Desa Lalang, Desa Satarlahing,"jelasnya

Dia menambahkan, ketika air sungai mulai surut, masyarakat menggunakan cara tradisional yaitu menyusun batu untuk menahan arus sungai, agar masyarakat lebih muda ketika menyebrang.

Dia berharap agar pemerintah maupun pihak terkait, dapat membangun jembatan sebagai akses jalan utama bagi masyarakat. Selain sebagai penghubung antara beberapa desa di kecamatan Rana Mesa, jembatan tersebut juga merupakan salah satu jalan alternatif yang menghubungkan antara Kabupaten Manggarai Timur dan Manggarai.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar