Tarian Caci Ramaikan Festival Golo Koe Labuan Bajo

KBRN, Ende : Sebagai bagian dari rangkaian acara dalam Festival Golo Koe, memasuki hari ke-6 masyarakat Labuan Bajo kembali dihibur dengan berbagai atraksi budaya yang dilaksanakan di Waterfront City Labuan Bajo pada Sabtu, 13 Agustus 2022. Panitia festival Golo Koe  mengadakan atraksi Teater Kolosal yang mengisahkan pembentukan Lingko dan pengerjaan kebun orang Manggarai yang merupakan Kolaborasi antara Siswa/siswi SMK Stela Maris dan Mahasiswa UNIKA yaitu Tarian Perang atau Caci. Dalam permainan Caci ini, Labuan Bajo sebagai Tuan Rumah (Weki One Mai) yang merupakan masyarakat Kaper, Labuan Bajo dan sebagai tamu (Meka Landang/ata pe’ang) berasal dari Paroki Langke Majok, Kabupaten Manggarai.

Ketua Panitia Festival Golo Koe, dr. Yulianus Weng mengapreasi kegiatan festival Golo Koe yang diinisiasi oleh Keuskupan Ruteng bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, BPOLBF dan stake holder lainnya. Menurutnya, kegiatan Festival Golo Koe ini tidak hanya kegiatan Kerohanian, melainkan ada kegiatan- kegiatan budaya yang menunjukan bahwa Manggarai secara kesuluran, baik Manggarai Barat, Manggarai dan Manggarai Timur kaya akan budaya-budaya lokal yang ada.

Kepada RRI Yulianus Weng menyampaikan bahwa budaya Caci ini adalah budaya yang terkenal untuk tiga Manggarai, dimana tiga wilayah ini merupakan wilayah keuskupan Ruteng.

"Jadi kita mau menunjukan kepada tamu domestik, baik yang ada di Labuan Bajo, yang datang dari luar Negeri bahwa Manggarai Raya kaya akan budaya-budaya lokal seperti Caci, " jelas Wabup Weng. 

Wakil Bupati Manggarai Barat ini juga bangga dengan antusias anak-anak muda keuskupan Ruteng yang berpartisipasi dalam Festival Golo Koe.

“Dalam Festival Golo Koe ini, hampir sebagaian besar pelakunya adalah anak-anak milenial. Dari sekolah Dasar, SMP, SMA bahkan sampai fakultas. Ini kita senang sekali bahwa melalui Golo Koe Festival ini kita mau menumbuhkembangkan kreativitas, inovasi yang ada pada anak muda. Mereka harus tampil menunjukan bahwa anak muda itu anak yang kreatif dan mereka bisa hadir di setiap saat. Anak muda tidak hanya belajar tapi mereka juga bisa berseni, bisa berkreasi," tambahnya.

Yulianus Weng juga menghimbau masyarakat Labuan Bajo untuk tetap menjaga suasana aman, damai sehingga Labuan Bajo layak untuk dikunjungi. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang melibatkan semua suku, berbagai etnis, berbagai bahasa, berbagai orang dengan segala macam perbedaannya. Artinya mau menunjukkan kebihiekaan, dan kita bisa damai, kita bisa hidup berdampingan dengan aman. 

Sementara Agustinus Pidiarto masyarakat Labuan Bajo yang datang menyaksikan permainan Caci dalam festival Golo Koe mengatakan Festival Golo Koe sangat mendukung wisata super premium di Kabupaten Manggarai Barat.

“Festival ini sangat luar biasa dan acara ini sangat mendukung terkait dengan wisata Labuan Bajo. Peran Gereja dalam hal ini luar biasa. Apalagi dengan antusiasme dari masyarakat yang datang menyaksikan atraksi budaya yang ditampilkan,"ungkapnya.

Agustinus berharap kegiatan seperti ini tetap diadakan setiap tahunnya dan lebih baik lagi.

Penulis : Ai Elisabeth

Editor    : Ferry So'o

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar