Retret Akbar Kebangunan Rohani Katolik dalam Festival Golo Koe

KBRN, Ende : Komunitas Elisabet Ministry dari Jakarta turut berpartisipasi dalam rangkaian acara Festival Golo Koe di Labuan Bajo dengan melaksanakan kegiatan Retret yang dipandu oleh ibu Janny dan Tim Elisabet Ministry di Aula Gereja Maria Bunda Segala Bangsa Wae Sambi Labuan Bajo pada Jumat 12, Agustus 2022.

Retret akbar ini juga melibatkan umat Keuskupan Ruteng dan Imam dari Paroki-Paroki dari berbagai Kekivepan. Saat diwawancarai RRI Janny mengatakan festival ini sangat bagus karena festival budaya dikawinkan dengan festival keagamaan yang merupakan mayoritas umat di Keuskupan Ruteng. Menurutnya, ini merupakan ide yang kreatif, inofativ dan luar biasa.

Sementara tim Elisabet juga mengapreasi antusias umat dalam mengikuti festival Golo Koe dan Retret Akbar “Kebangunan Rohani Katolik” di Aula Gereja Maria Bunda Segala Bangsa Wae Sambi.

“Saya bersyukur karena umat begitu antusias, begitu rindu akan lawatan dan Jamahan Tuhan Yesus. Saya berharap apa yang di tabur, apa yang di sharingkan pada hari ini bukan merupakan akhir tapi merupakan awal dari tumbuhnya benih iman rohani, agar semakin tumbuh subur, berbuah dan menjadi saluran berkat bagi umat disini. Teruslah jaga persudaraan meskipun berbeda,”ungkap Janny.

Janny juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di Manggarai Raya dan berkelanjutan, sehingga selain memajukan Pariwisata Labuan Bajo, sekaligus juga memajukan pertumbuhan iman daripada setiap  umat khususnya umat katolik.

Dirinya juga berterima kasih kepada panitia festival Golo Koe yang telah memberikan kesempatan untuk melayani umat keuskupan Ruteng yang berpartisipasi dalam Festival ini.

Suster Febronia SMG dari Paroki Sok, Manggarai Timur yang turut hadir dalam kegiatan Retret Akbar Kebangunan Rohani Katolik dalam Festival Golo Koe yang dibawakan oleh tim Elisabet Ministry mengatakan dari sharing firman dan pengalaman yang sudah disampaikan, banyak hal yang didapatkan dan tentu membantu juga mereka sebagai biarawan-biarawati, maupun orang muda dan orangtua yang hadir.

“Dengan adanya festival Golo Koe yang sangat luar biasa ini, kami terbantu dan bisa saling mengenal satu sama lain bukan hanya karena seagama tapi juga kenal secara budaya. Dan dari setiap paroki yang hadir dalam kegiatan festival membawa hasil karya dan apa yang dipentaskan disini, jadi nampak ada kekeluargaan didalamnya,”ujar Suster Febronia.

Sr. Febriona juga berharap agar kegiatan ini tetap berlanjut bukan saja hari ini tapi di hari-hari selanjutnya agar tetap terjalin hubungan persaudaraan ke-depannya.

Penulis : Ai Elisabeth

Editor   : Ferry So'o

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar