Kemenparekraf Rapat Khusus Soal Pengolahan Sampah Di Labuan Bajo

KBRN, Ende : Mendukung upaya kenyaman dan keindahan  kawasanan wisata  Labuan Bajo,  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggelar rapat yang khusus membahas isu pengolahan sampah terkait dengan  percepatan pengembangan Destinasi Super Prioritas Labuan Bajo.    

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf RI Vinsensius Jemadu kepada sejumlah pelaku media di Labuan Bajo, Kamis ( 20/01)  mengatakan, bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pihaknya sudah menerapkan beberapa proyek percontohan (pilot project) pengolahan sampah, terutama sampah plastik untuk wisata bahari.

Oleh karena itu kolaborasi dilakukan dengan berbagai pihak, salah satunya dengan PT Astra Internasional untuk menerapkan pengolahan sampah dengan metode pirolisis. Nantinya, sampah plastik yang dikumpulkan nelayan akan diolah dengan teknologi tinggi untuk menghasilkan solar yang akan dibagikan kembali ke para nelayan bagi aktivitas melaut mereka.

“ Adapun sumbangan mesin pengelola plastik diberikan kepada warga di Desa Gorontalo untuk mendukung penanganan masalah sampah di wilayah Labuan Bajo. Selain itu beberapa titik lain juga telah dipetakan dan diterapkan sehingga dapat menjadi model bagi titik-titik berikutnya,” kata Vinsen Jemadu.

 Berkaitan dengan pengolahan sampah, lanjut Vinsen,  pemerintah telah mengundang Waste Management Specialist untuk melihat potensi pengolahan sampah yang akan bermanfaat secara ekonomi bagi masyarakat. Dengan demikian Labuan Bajo dapat menjadi destinasi yang benar-benar bebas dari sampah. sebagai perpanjangan tangan Kemenparekraf RI, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) melakukan koordinasi dengan kementerian/lembaga untuk bersama membangun Labuan Bajo.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar