Perijinan Masih Jadi Kendala Pelaku UMKM Di Ngada Masuk Pasar Digital

KBRN, Ende : Meskipun memiliki produk yang bagus dan berkwalitas, sejumlah pelaku UMKM di Kabupaten Ngada, Bajawa, Flores mengaku masih mengalami kendala diperijinan. Padahal, dengan adanya ijin tersebut seluruh produk yang dihasilkan dapat bersaing secara leluasa di pasar digital.

Hal ini disampaikan Fasilitator Rumah Kreatif BUMN Bajawa Reynold Resi, terkait UMKM – Usaha Maju Kita Mendunia di RRI, Selasa (24/05). Selain kendala perijinan menurut  Ketua UMKM Naik Kelas Ngada ini, sistim pengemasan atau packaging, E- Catalogue dan dukungan pemasaran juga menjadi kendala lai  yang dirasakan  para pelaku.

“ Ketika mereka sudah memiliki ijin tersebut, maka mereka akan lebih leluasa bermain di digital platform atau Ecomerce. Percuma kita punya produk bagus tapi masih kalah di banyak sisi, seperti ijin, pengemasan, E- Catalogeu dan pemasaran, sementara daerah-daerah lain di Indonesia sudah tembus pasar global,” ungkap Reynold.

Lebih lanjut lulusan Fakultas Pertanian ini kemukakan, pemerintah tahun ini telah mengalokasikan dana 1.000  tirliun rupiah untuk mengintervensi seluruh produk UMKM. Peluang ini semestinya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, dimana kolaborasi dari semua stake holder dan pemerintah akan sangat memaksimalkan kemajuan UMKM.

“ 1.000 triliun rupiah ini harus kita manfaaatkan sebaik baiknya ditahun 2022 ini. Hal utama adalah tampilan produk dipasar digital melalui E- Catalogue. Hasil produk kita tidak kalah dengan produk-produk dari daerah-daerah lain yang sudah lebih dahulu maju dan unggul dalam pengembangan UMKM,” kata Reynold.

Dia juga meminta agar memfasilitasi  seluruh UMKM yang ada berkolaborasi dan saling mendukung, mengingat saat ini hampir sebagian besar  UMKM masih  berjalan sendiri. Kondisi ini menyulitkan sistim pemasaran apalagi di era digitalisasi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar