NTT Jadi Andalan Pemasok Hewan Ternak Secara Nasional

KBRN, Ende: Nusa Tenggara Timur  menjadi wilayah pemasok daging sapi maupun hewan kurban secara Nasional, setelah masuk dalam zona hijau penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Kupang, Drh. Yulius Umbu Hunggar, kepada RRI dalam Lintas Ende Pagi, Sabtu (02/07) mengatakan pada NTT sendiri populasi terbesar ternak sapi yakni di Pulau Timor, Pulau Sumba dan Pulau Flores. Selain permintaan ternak sapi yang meningkat ditahun ini adapun ternak lainnya, yakni Kambing, Kerbau hingga Kuda. Sesuai dengan ketentuan oleh Badan Karantina Pertanian bahwa semua ternak yang akan dikirimkan keluar antar daerah bahkan antar pulau dalam provinsi itu wajib dilakukan pemeriksaan kesehatan, serta wajib melakukan masa karantina selama empat belas hari.

"Jadi kita melakukan observasi selama empat belas hari, nanti kalau seandainya tidak menampakan gejala klinis, baru kita keluarkan,"ujarnya

Lanjut Yulius, sejak ditetapkanmya penyakit PMK pada beberapa wilayah di Indonesia, permintaan pasokan ternak Sapi maupun Kambing di NTT terus meningkat. Karantina Pertanian NTT terus melakukan langkah preventif untuk mencegah terjadinya kasus PMK di wilayah tersebut dengan terus melakukan pemeriksaan pada media pembawa dimasing-masing daerah, bahkan perizinan pemasukan ternak yang berasal dari luar wilayah NTT untuk sementara dihentikan.

"Kita juga melakukan disinfeksi penyemprotan anti hama atau kuman baik alat angkut, kandang, semua kita lakukan untuk memutus mata rantai PMK, walaupun kita zona hijau tapi perlu kita melakukan deteksi dini, jangan ada kemungkinan muncul,"tambahnya

Selain itu, pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada para peternak yang ada di NTT. Permintaan terbanyak hewan ternak ini khususnya Sapi paling banyak berasal dari wilayah Jabodetabek dan Kalimantan Timur.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar