Tanam Jagung Perdana, Penjabat Bupati Lembata Minta Sukseskan Program TJPS di Lembata

Tanam Jagung Perdana, Penjabat Bupati Lembata Minta Sukseskan Program TJPS di Lembata

KBRN, Ende : Penjabat Bupati Kabupaten Lembata, Drs. Marsianus Jawa, M.Si., Mengikuti Kegiatan Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) Dinas Pertanian Bersama Bank NTT, di desa Loang-Nagawutung, Lembata pada jumad, (01/07/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Marianus Jawa mengungkapkan bahwa bicara TJPS, adalah terobosan yang luar biasa untuk para petani , dan berharap program tanam jagung panen sapi ini diperhitungkan dengan baik dari luas lahan, waktu tanam,potensi hasil panen dan bibit sapi yang akan dikembangkan. 

" Saya berharap pak camat tolong lebih fokus dan serius. Tadi sudah dijelaskan soal pola kemitraan, hitung hitungan yang disampaikan oleh pak kadis, Saya tidak mengulang tapi Saya kepingin yang mendekati satu hektar ini ada hasilnya,. Kalau memang targetnya oktober sudah bisa panen, bisa kita lihat berapa hasilnya, offtakernya langsung ambil, lalu hasilnya berapa duit., Kalkulasi kekurangan dari bank NTT, untuk mengetahui hasil bersihnya berapa. ungkapnya.

Dirinya juga meminta para camat, juga para kepala desa melakukan sosialisasi berkesinambungan terhadap program ini juga kemitraan dengan bank NTT, dan program ini perlu disosialisasikan agar familiar dimasyarakat dan dapat terus berlanjut ke depannya.

" Saya perlu mengingatkan kepada camat dan kepala desa, mari rencanakan dan kalkulasikan keuntungan seperti apa, kalkulasinya berapa dengan bank NTT dan untuk kita berapa. Para kepala desa nanti yang mensosialisasikan ini kepada masyarakatnya. Hitungan perkilonya berapa dan dari satu hektar ini bersihnya berapa. Kalau itu yang kita lakukan, maka semua masyarakat lembata akan ikut., Tapi kalau disini pun kita gagal, maka percuma kita melakukan seremonial hari ini., tegasnya.Saya juga minta dukungan semua pihak, karena rata-rata program pemerintah tidak dilakukan secara berkesinambungan," Jelasnya.

Sementara itu, menurut Kadis Pertanian Kabupaten Lembata, Kanis Tuaq, bahwa kebutuhan telur ayam di Lembata sangat tinggi, Mendatangkan Telur dari luar saja sekitar 10 juta butir per tahun dan dalam hitungan sudah menelan biaya sekitar 20 milyar.Untuk itu pihaknya mencoba melakukan pengembangan ayam petelur di Kabupaten Lembata.

"Oleh karenanya sekarang kita kembangkan ayam petelur, populasinya sudah sekitar 15 sampai 16 ribu ekor yang tersebar di kelompok dan desa. Masih butuh sekitar 30 ribu ekor untuk mendukung program mandiri telur ayam di lembata." Jelas Kanis Tuaq.

Dikesempatan yang sama menurut Direktur Bank NTT Lembata, Petrus Soba mengungkapkan, target 20 hektar bulan bulan april september baru mengcover 7 hektar. Sasaran selanjutnya nanti bersama dinas pertanian, penyuluh dan camat akan kami laksanakan di kecamatan nubatukan, lebatukan dan ileape. Untuk penerima bantuan KUR TJPS ini dengan cakupan satu hektar untuk satu petani.

"Jadi di Nangawutung 7 hektar untuk 7 orang petani. Bantuan KUR TJPS ini bervariasi dengan kisaran 12 hingga 13 juta dari bank NTT. Pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar