Kantor Bahasa NTT Gelar Rakor Revitalisasi Bahasa Daerah

Sumber Foto : Kemendikbudristek RI

KBRN, Ende: Terdapat lima bahasa daerah di 11 kabupaten kota di NTT yang akan menjadi fokus revitalisasi di tahun ini, hal itu terungkap dalam rapat koordinasi program Merdeka Belajar Episode ke-17 yakni Revitalisasi Bahasa Daerah di Nusa Tenggara Timur, yang diselenggarakan di Kupang, NTT, Senin (27/6).

Kepada RRI dalam Lintas Ende Pagi, Kepala Kantor Bahasa NTT, Elis Setiasi menjelaskan NTT merupakan provinsi ketiga di Indonesia dengan jumlah bahasa daerah terbanyak. Dari 718 bahasa daerah yang ada di Indonesia, 72 di antaranya berasal dari wilayah tersebut. Tujuan kegiatan ini yakni untuk membangun semangat dan kesadaran agar NTT maju dalam perlindungan bahasa daerahnya. Dari hasil pantauan pihaknya, dapat dilihat bahwa ada kemunduran penggunaan dari kelima bahasa tersebut, disisi lain jumlah generasi muda pada wilayah yang menggunakan kelima bahasa itu masih potensial.

"Tahun depannya masih ada lagi revitalisasi, jadi kita dalam beberapa tahun kedepan mengawali adanya RBD ini, selanjutnya kita menyerahkan kepada masing-masing, tapi untuk revitalisasi bahasa daerah tahun ini diawali dengan rapat koordinasi, selanjutnya ada pelatihan dari mestro untuk guru-guru yang nanti akan pulang ketempatnya masing-masing untuk melatih siswanya,"tutur Elis

Sasaran peserta Revitalisasi Bahasa Daerah untuk tahun 2022 dan 2023 dikhususkan untuk siswa pada usia SD dan SMP. Kelima bahasa daerah NTT yang menjadi target revitalisasi berasal dari 11 kabupaten dan kota, yaitu bahasa Dawan di Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), dan Kota Kupang; bahasa Manggarai di Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Manggarai Timur; bahasa Kambera di Kabupaten Sumba Timur dan Kabupaten Sumba Tengah; dan bahasa Abui di Kabupaten Rote Ndao dan Kabupaten Alor. Lanjut Elis, rapat koordinasi kali ini dilakukan untuk menggalang dukungan dan komitmen dari pemerintah daerah terkait pelaksanaan revitalisasi bahasa daerah secara berkesinambungan

"Setelah ini kami akan mengadakan TOT atau program untuk mengumpulkan mastro yang ada berbagai tempat, selanjutnya kita mengadakan semacam pembuatan silabus, struktur programnya, apasaja yang akan mereka ajarkan di wilayah tersebut, seperti menyediakan materi, membaca, menulis, aksara daerah, menulis puisi, membaca, mendongeng, pidato, dan stand up comedy,"tambah Kepala Kantor Bahasa NTT

Dia berharap agar pemerintah daerah mendukung program Merdeka Belajar dengan mengeluarkan Perda revitalisasi daerah atau perlindungan terhadap bahasa daerah. Karena besar kemungkinan bahasa daerah ini akan punah, diharapkannya program revitalisasi ini dapat berhasil dan terus menghidupkan bahasa-bahasa daerah khususnya di daerah NTT.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar