Peran Penting Bidan Dalam Menekan Angka Stunting di NTT

KBRN, Ende: Selain berperan penting dalam membantu persalinan dan menekan angka kematian ibu dan bayi, bidan juga diharapkan berperan penting menurunkan angka stunting.

Anak yang dinyatakan sehat dalam proses tumbuh kembang pada awal kehidupannya, adalah anak yang tidak mengalami stunting. Pada ranah inilah, peran bidan menjadi lebih luas, karena ia adalah figur fasilitator bagi keluarga untuk melakukan pencegahan dan penanganan stunting sejak dini.

Kepada RRI dalam Lintas Ende Pagi, Ketua Pengurus Daerah IBI Prov.NTT  Damita Palalangan. A Md Keb SKM, M Hum mengatakan untuk menekan angka stunting di Indonesia, para bidan terus mendukung program pemerintah yaitu optimalisasi 1000 HPK. 1000 HPK merupakan periode percepatan tumbuh kembang anak (gold period) yang dimulai sejak dalam kandungan selama 280 hari kehamilan sampai masa balita selama 720 hari atau sekitar 2 tahun. 

Masa ini merupakan masa emas tumbuh kembang anak, oleh karena itu optimalnya tumbuh kembang anak pada masa ini akan sangat menentukan masa depannya. Jika pada 1000 HPK ini tidak terkawal dengan baik, maka anak dapat menjadi stunting (kerdil/ gagal tumbuh kembang) yang nantinya akan menjadi lost generation (generasi otak kosong). Itulah sebabbya, program ini menjadi prioritas pemerintah di bidang kesehatan, karena masa depan suatu negara akan ditentukan oleh generasinya di masa mendatang.

"Misalnya dalam pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan kehamilan bukan saja kuantitas yang kami perhatikan tetapi kualitas yang kami perhatikan di dalam memberikan pemeriksaan kehamilan begitu pula di dalam kehamilan persalinan dan pemantauan pertumbuhan perkembangan daripada bayi yang dilahirkan, sehingga kami bidan bila seorang ibu tidak membawa bayinya untuk kontrol  ke rumah sakit kami melakukan homevisit atau kunjungan kerumah, sehingga visi dari bapak gubernur pemerintah provinsi NTT bangkit NTT sejahtera dan visi dari bapak presiden menghasilkan generasi Indonesia yang jika terkait agenda itu,"ujarnya

Bidan sebagai sahabat perempuan dan provider (pemberi layanan) juga bertugas memberikan asuhan  secara promotif (promosi kesehatan) dan preventif (pencegahan). Selain itu, edukasi dasar terutama tentang asupan gizi anak dan keluarga, apa yang baik dikonsumsi dan yang sebaiknya tidak dikonsumsi anak. Dia meminta kepada seluruh orangtua agar selalu memperhatikan pola asuh yang baik bagi anaknya, mulai dari masa mengandung hingga anak tersebut tumbuh dan dewasa. 

"Jadi tolong bayi-bayi nya diatur dengan benar diberikan nutrisi yang baik yang bayi masih dibawah 6 bulan jangan diberikan makanan tambahan apapun selain ASI karena Asi itu sangat bermanfaat kandungan nutrisinya sangat lengkap jangan diberikan makanan tambahan atau susu formula apapun pada bayi dibawah 6 bulan, yang berikut setelah bayinya 6 bulan berikan makanan tambahan tetapi yang berkualitas,"tambah Damita

Selain meminta orangtua untuk memperhatikan pola asuh, dia juga berharap agar seluruh bidan di Indonesia khususnya di NTT yang merupakan wilayah dengan kasus stunting tertinggi untuk selalu mendukung program pemerintah, agar kasus stunting diwiliyah ini bisa segera diatasi. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar