Terdapat Dua Isu Utama yang Mempengaruhi Kualitas Pendidikan di NTT

KBRN, Ende: Persoalan rendahnya pendidikan di Nusa Tenggara Timur merupakan persoalan krusial dalam perbaikan dan pembangunan sumber daya manusia.

Anggota Komisi V DPRD NTT, Emanuel Kofildus menyampaikan terdapat dua isu utama pendidikan yang mampu mempengaruhi kualitas pendidikan NTT, yakni pertama kesejahteraan guru dan infrastruktur pendidikan. Dalam proses belajar dan mengajar, sarana prasarana yang baik dapat memberi peluang gerak di segala aspek untuk meningkatkan potensi peserta didik sehingga mampu mewujudkan pemerataan pendidikan berkualitas.

Pada dasarnya pembangunan pendidikan diarahkan untuk memperluas kesempatan memperoleh pendidikan yang baik dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat di setiap jenjang pendidikan.

"Dilihat dari data statistik memang pendidikan di NTT masih terbelakang dan tidak mungkin kita menolak tapi saya tetap merasa bangga dan percaya diri, karena banyak tokoh Nasional lahir dari NTT, artinya potensinya ada cuman kita ada tertinggal di infrastruktur dan kesejahteraan guru,"tutur Emanuel

Sumber daya manusia merupakan modal strategis dalam pembangunan yang dapat meningkatkan daya saing dan percepatan pembangunan. Disamping itu terkait dengan perkembangan teknologi saat ini, peran dan tanggung jawab gurupun semakin kompleks, sehingga guru dituntut untuk melakukan berbagai peningkatan dan penyesuaian penguasaan kompetensi.

Terkait anggaran pendidikan sendiri "Provinsi NTT sudah mencapai angka 20 hingga 30 persen, menurutnya dengan angka seperti itu apalagi didaerah 3T dalam mengejar pendidikan diwilayah lainnya bukan pekerjaan mudah,"jelasnya

Ketidakmerataan pendidikan di NTT menjadi kendala dan tanggung jawab tidak hanya pemerintah melainkan juga stakeholder terkait bahkan masyarakat umum. Upaya yang harus dilakukan untuk mengatasi faktor-faktor penyebab tertinggalnya pendidikan di NTT yakni meningkatkan kualitas dan kuantitas guru, memberikan pendasaran untuk menjamin, memberikan dan melindungi hak-hak para pendidik.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar