Bupati Ende: Ritual Pati Ka Du'a Bapu Ata Mata Memiliki Makna Mendalam yang Harus Dipahami

KBRN, Ende: Setiap tahunnya, suku Lio selalu menggelar ritual Pati Ka Du’a Bapu Ata Mata di puncak Gunung Kelimutu. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk ungkapan syukur dan permohonan untuk keselamatan masyarakat adat. Kegiatan ritual pati ka ini dilakukan oleh para Mosalaki penyangga kawasan kelimutu, ritual ini juga berlangsung setiap tanggal 14 Agustus. 

Bupati Ende, Drs.H.Djafar H.Achmad dalam sambutannya di pelataran pintu masuk Danau Kelimutu, Minggu (14/08) mengatakan pelaksanaan ritual Pati Ka Du'a Bapu Ata Mata di atas puncak kelimutu ini, bukan hanya sebagai ritual adat seremonial semata tetapi lebih dari itu ada makna mendalam yang harus dipahami bersama yaitu sebagai salah satu untuk menjaga wilayah tersebut dari hal-hal yang tidak diinginkan terutama mengganggu proses pembangunan diwilayah Kota Ende. 

"Ritual ini diharapkan tetap dilaksanakan siapapun pemimpin nanti, karena ini adalah bentuk kebudayaan kita yang menjadi asset atau destinasi wisata kita,"ujarnya

Ritual ini menjadi perhatian dan minat khsusus dari para wisatawan yang sudah tentu akan mendukung pengembagan sektor pariwisata. Dirinya juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi nyata dalam semangat kebersamaan sehingga pelaksanaan ritual dapat terlaksana hingga saat ini. 

"Tertitip harapan kiranya ritual Pati Ka Du'a Bapu Ata Mata ini dapat mengakar dalam diri pribadi penghuni bumi triwarna kelimutu untuk tetap dan selalu menghadirkan para leluhur kita demi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat di daerah kita tercinta,"jelas Djafar

Ritual ini juga diharapkan dapat dilestarikan kepada generasi berikutnya dan tidak terkikur karena perkembangan jaman yang semakin modern. Selain itu ritual ini juga sebagai salah satu cara untuk lebih dapat meningkatkan daya tarik wisata yang berbasis kearifan lokal. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar