Investasi Harta Karun Indonesia Terbuka untuk Internasional

Ilustrasi harta karun di bawah laut.(Dok.Ist)

KBRN, Jakarta: Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menetapkan bidang usaha pengangkatan benda berharga asal muatan kapal yang tenggelam terbuka untuk investasi internasional.

Hal itu sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

Perpres itu hanya berbunyi enam bidang usaha tertutup untuk investasi, dan tidak termasuk pengangkatan benda berharga asal muatan kapal tenggelam.

Enam bidang usah tertutup untuk investasi berdasarkan Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal, yaitu:

1. Budi daya/industri narkoba

2. Segala bentuk perjudian

3. Penangkapan spesies ikan yang tercantum dalam Appendix/CITES

4. Pengambilan/pemanfaatan koral dari alam

5. Industri senjata kimia

6. Industri bahan kimia perusak ozon

"Jadi, dari 20 bidang usaha, 6 ditutup, 14 dibuka, tapi bukan tanpa ada persyaratan. Dibuka ada syarat khusus. Dari 20, 14 yang dibuka (salah satunya) pengangkatan berharga muatan kapal tenggelam. Jadi, kalau mau cari harta karun di laut laut bisalah Kau turun," kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers virtual Selasa (2/3/2021) lalu.

Sedangkan sebelumnya, pada Perpres Nomor 44 Tahun 2016 tentang Daftar Bidang Usaha Yang Tertutup dan Bidang Usaha Yang Terbuka Dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal, ada 20 bidang usaha yang masuk ke dalam daftar negatif investasi (DNI), termasuk di dalamnya pengangkatan benda berharga asal muatan kapal yang tenggelam.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00