Kemendag: Harga Tahu-Tempe Dijamin Stabil di Maret

Tahu Tempe (foto: istimewa)

KBRN, Jakarta: Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Kemendag), Syailendra, akan memastikan jika harga kedelai impor di kalangan pemasok akan tetap stabil atau tidak akan mengalami kenaikkan. 

"Di Maret ini memang ada kenaikkan sedikit sekitar 0,8 persen pada kedelai impor dunia, tetapi kita sudah pastikan kepada para pemasok jika harga ini tidak bisa naik lagi," kata Syailendra melalui wawancara Pro3, Selasa (2/3/2021). 

Ia mengatakan akan tetap berkomitmen untuk menjaga harga kedelai impor di tingkat pengrajin tahu dan tempe sama seperti bulan lalu, yaitu stabil pada kisaran harga Rp9.500/kg. Sehingga harga tahu masih terus stabil di kisaran Rp650/potong dan harga tempe di kisaran Rp16.000/kg.

Selanjutnya, katanya, Kemendag akan terus memantau dan mengevaluasi pergerakan harga kedelai dunia baik ketika terjadi penurunan ataupun kenaikan harga, guna memastikan harga kedelai di tingkat pengrajin tahu dan tempe serta harga tahu dan tempe di pasar berada di tingkat yang wajar.

"Kami selalu monitor mengenai stok dari para pemasok, bahkan dari negara lain pun," imbuhnya. 

"Kita terus monitor dan setiap akhir bulan kami akan sampaikan rilisnya mengenai perkembangan harga di dunia, jika terlalu signifikan  kenaikkan harganya tentu akan berpengaruh terhadap produksi tahu tempe," lanjutnya. 

Syailendra juga mengimbau para importir yang memiliki stok kedelai untuk terus memasok kedelai secara rutin kepada seluruh pengrajin tahu dan tempe termasuk anggota Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo), baik di Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) Provinsi maupun di Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Kopti) Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.

“Kami berharap produksi tahu dan tempe dapat terus berjalan dan masyarakat masih tetap mendapatkan tahu dan tempe dengan harga terjangkau,” pungkas Syailendra. (MDS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00