Ayam Brugo, Ikon Daerah dan Sumber Ekonomi

Kontes Ayam Brugo Rafflesia di Bengkulu diyakini dapat menjadi awal dari terciptanya sumber pendapatan baru bagi masyarakat (Roki/RRI)

KBRN, Bengkulu: Komunitas Ayam Brugo Rafflesia (KABR) Bengkulu, menggelar Kontes Ayam Brugo Rafflessia, di Taman Remaja, Kota Bengkulu, Minggu (28/2/2021).

Kontes diikuti sedikitnya 75 peserta, memperebutkan piala bergilir Anggota DPD RI dari daerah pemilihan (dapil) Provinsi Bengkulu, Ahmad Kanedi.  

“Ayam Brugo ini sudah cukup dikenal, salah satunya lantaran masuk dalam logo Wonderful Bengkulu 2020, sehingga sudah sangat layak, jika ayam Brugo ini sebagai salah satu ikon daerah. Tinggal lagi bagaimana peran Pemerintah Daerah, agar ayam Brugo ini benar-benar menjadi ikon daerah," ujar pria yang akrab disapa Bang Ken ini kepada rri.co.id, di sela pembukaan KABR Bengkulu.

Anggota DPD RI dari dapil Provinsi Bengkulu, Ahmad Kanedi, sekaligus pembina KABR Bengkulu mengatakan, potensi ayam Brugo (Gallus gallus domesticus) yang dimiliki Provinsi Bengkulu, diyakini dapat mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif baru di tengah-tengah masyarakat.

Terlebih keberadaan ayam Brugo juga diketahui memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, sehingga pada saat dikelola maksimal dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat itu sendiri.

Kanedi menjelaskan, ketika ayam Brugo menjadi ikon daerah, ke depannya bisa dikenal secara luas.

Dengan begitu, diyakini dapat menumbuhkan ekonomi kreatif baru, contohnya perdagangan ayam Brugo.

"Saat pasar menjanjikan, pasti nantinya banyak masyarakat yang mulai membudidayakan ayam Brugo ini. Bahkan masing-masing masyarakat juga berkeinginan memiliki ayam Brugo, karena memiliki suara kokok yang unik dan menarik. Ditambah bentuk fisiknya yang juga bagus," terangnya.

Di bagian lain, ia juga mengharapkan, seiring adanya komunitas ayam Brugo, keberadaan Taman Remaja Bengkulu sebagai lokasi kontes hari ini, dapat menjadi pojok komunitas tersebut.

"Jika saat ini kawasan taman remaja ini belum terawat dan tertata dengan baik, kita mendorong agar pemerintah dapat menjadikan sebagai tempat KABR. Ini potensi wisata juga, sehingga keberadaan taman remaja bisa kembali ramai di kunjungi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia KABR Bengkulu, Sarimuda Wasta, menargetkan, kontes ini dapat menjadi agenda rutin ke depannya.

Terlebih animo masyarakat di Bengkulu sudah cukup tinggi terhadap ayam Brugo.

“Hari ini kita kontes dengan memperlombakan beberapa kategori, tidak menutup kemungkinan ke depan bakal terus bertambah. Pasalnya ayam Brugo ini memang unik dan banyak peminatnya,” pungkasnya. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00