Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Lambat, Begini Cara Percepatannya

Ilustrasi Ekonomi Digital (Dok. Istimewa)

KBRN, Jakarta: Memasuki tahun baru 2021 dengan situasi yang kurang nyaman karena pandemi Covid-19 masih menjangkiti dunia hingga pertumbuhan ekonomi dunia terkoreksi menjadi sekitar 3 persen di tahun 2020. Terlebih Indonesia sendiri diprediksi hanya mampu tumbuh 0,5 persenan dari target satu tahun 5,5 persen.

Institute of Social Economic Digital (ISED) melihat hal tersebut sebagai tantangan untuk memajukan ekonomi digital dengan inovasi dan kreativitas agar bisa lebih maju.

"Indonesia sudah melewati masa kontraksi ekonomi pada Kuartal II tahun 2020 hingga - 5,3 % dan awal tahun 2021 ini sudah menunjukkan perbaikan diperkirakan bisa positif 1 persenan, jauh lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi global," sebut Founder ISED, Prof.Dr.Sri Adiningsih, Minggu (24/1/2021).

Ketua Watimpres 2014-2019 tersebut juga menyebut perbaikan tersebut sudah dilakukan seperti melalui langkah pemerintah dalam memberikan bantuan akibat pandemi kepada semua sektor baik Kesehatan, Sosial,UMKM, Korporasi, Pemda dll sebesar 695,3  T. 

Adinisngis menyebut langkah selanjutnya melalui BI,OJK dan Lembaga Pemerintahan terkait, dengan serius memberikan peluang pemajuan ekonomi berbasis digital melalui perdagangan lintas negara secara daring.

"Maka ayo kita dukung program vaksinasi agar Negara segera pulih kembali dengan tetap memanfaatkan protokol kesehatan," papar Adinisningis.

Tantri Relatami selaku dewan pembina LPER, juga mengapresiasi acara ini, menurutnya acara ini menjadi sangat penting dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM, karena disaat pandemi saat ini, pelaku UMKM sangat terkena dampaknya, tetapi juga menjadi harapan ditengah keterpurukan ekonomi

"Bagaimana platform digital yang tepat yang dapat mendukung Pelaku UMKM untuk lebih berdaya guna di era digital ini tentu saja sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat," ungkap Anggota Dewas RRI tersebut.

Sejalan dengan itu, Sekretaris Jenderal Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Dr. Francisca Sestri menyoroti soal pemanfaatan sistem digital terkait dengan implementasi pornografi dan perdagangan manusia (prostitusi) digital yang marak dan lagi tren.

Mengaminkan hal tersebut, Ketua Umum Siberkreasi, Yosi Makalu dan Advisor to the Chairman & Government Relations of PWC Indonesia, Daniel Rembeth sepakat bahwa fungsi keluarga sangat penting, dalam menengarai gejala negatif kepada anak- anaknya, harus cerdas di era digital.

Supaya tidak mudah dibohongi. Mereka mengajak seluruh masyarakat agar cerdas dan bijaksana jangan membuat hoaks yang bisa berakibat negatif dan menghambat kemajuan ekonomi kedepannya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00