BPKP Kawal Anggaran Rp3,3 Triliun Milik Kemenparekraf

KBRN, Jakarta: Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan pengawalan akuntabiltas dan transparansi program pemulihan ekonomi nasional sektor pariwisata yang digagas oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh mengatakan, hal tersebut penting dilakukan untuk mencegah terjadi kesalahan serta mencegah terjadinya penyimpangan keuangan negara.

“BPKP siap untuk mengawal program yang telah dicanangkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kratif agar akuntabel, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Ateh, Kamis (21/1/2021).

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, pihaknya mengapresiasi BPKP yang telah mengawal dan mengawasi program tahun 2020, ataupun program-program yang langsung menyentuh langsung kepada 34 juta lapangan pekerjaaan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“BPKP sebagai trusted advisor dan centre of excellent kami harapkan juga dapat mengawal program tahun 2021 yang berdampak langsung kepada pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif,” tutur Sandiaga.

Menurut Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan penelaahan program unggulan yang akan dilaksanakan, utamanya yang langsung menyasar kepada masyarakat, membuka lapangan pekerjaaan, serta mempertahankan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dari pandemi.

“Jadi kita harapkan kerjasama follow up dari program refocusing alokasi dari anggaran kita supaya lebih tepat manfaat, tepat waktu, tepat sasaran, dan lebih baik dari sebelumnya,” tutup Sandiaga.

Sebagai informasi, Tahun 2020 telah dianggarkan 3,3 Triliun untuk menopang sektor pariwisata dari terpaan pandemi. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi kreatif menjelaskan alokasinya 70 persen untuk pelaku usaha pariwisata (hotel dan restoran), dan 30 persen sisanya untuk mendukung pemerintah daerah dalam penanganan dampak pandemi Covid-19 di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00