Risma Beberkan Rencana Kemensos, Termasuk Soal Pemulung?

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini (Eko Sulestyono)

KBRN, Jakarta: Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini (Risma) menghadiri Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Rabu (13/1/2021). Risma mengatakan, berniat mengubah aset, yaitu Balai Pendidikan, Penelitian dan Penyuluhan Sosial milik Kementerian Sosial (Kemensos).

Risma menyatakan, akan memanfaatkan lagi banyak balai sudah lama terbengkalai milik Kementerian Sosial RI.

“Ada 41 balai yang ada di Kemensos (Kementerian Soaial) yang tersebar di wilayah Indonesia. Saya melihat ini sayang kalau hanya digunakan untuk temporary (waktu tertentu) yang sifatnya proyek ini 6 bulan selesai. Kita akan mengubah balai itu untuk pemberdayaan," kata Risma saat rapat kerja dengan Komisi VIII DPR Ri di Senayan, Jakarta, Rabu (13/1/2021).

Risma bicara upaya ekonomi dari memanfaatkan balai Kementerian Sosial.

“Balai itu bisa digunakan untuk pemberdayaan ternak lele, ternak telur, hingga lahan yang kosong di sekitar dimanfaatkan untuk ditanamkan sayur-mayur. Dengan begitu diharapkan dapat menambah pendapatan masyarakat miskin,” kata Risma.

Padahal, anggaran untuk masyarakat miskin Indonesia sudah dan masuk dalam anggaran Kementerian Sosial sesuai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Kalau kita berikan bantuan, maka, teorinya untuk mengurangi pengeluaran, tapi kemudian kita lakukan pemberdayaan untuk menambah pendapatan. Jadi, kami membuat di situ ada ternak lele, ayam bertelur, kemudian sayur-mayur," kata Risma.

Baca juga: Mensos Risma Dilaporkan ke Polisi

Bahkan, Risma kembali menyebut kata "pemulung" yang belum lama ini ramai dibahas netizen di lini massa Twitter. Sebab, beberapa hari lalu Risma blusukan dan bertemu pemulung di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat. Namun, cara blusukan bertemu pemulung mendapat respons negatif.

“Ya pemulung tetap mulung sebelum mereka bisa bertransformasi. Tapi, dia mulung kemudian dia akan mendapat pendapatan lain. Selain bantuan itu akan mempercepat mereka untuk keluar dari garis kemiskinan," kata Risma.

Baca juga: Pengakuan Warga Surabaya, Risma Tidak Peduli Gelandangan

Sementara itu, balai yang akan dijadikan untuk jadi tempat pemberdayaan itu tersebar di Bekasi (Jawa Barat), Palembang (Sumatera Selatan), Makassar (Sulawesi Selatan), Manado (Sulawesi Utara) hingga Papua.

“Akan kita gunakan untuk membuat semacam miniatur untuk pemberdayaan sehingga nanti mereka bisa disetop di situ, tidak harus bekerja di luar daerahnya," ujar Risma.

Menurut Risma, Kemensos akan memanfaatkan 10 mobil kosong yang ada.

Mobil itu, kata dia, akan dijadikan mobil ambulance dan mobil jenazah. Mobil itu akan disebar ke balai-balai yang tersebar di seluruh Indonesia untuk melayani masyarakat sekitar selama 24 jam.

“Kami (Kemensos) kebetulan tidak tahu dari mana, ada beberapa mobil yang nggak dimanfaatkan di Kemensos akan kami rubah jadi ambulance dan mobil jenazah ini beberapa sudah kita mulai. Akan kita sebar di beberapa balai dan balai harus melayani 24 jam kalau ada kebutuhan, nanti kita siapkan dana operasionalnya untuk 24 jam," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00